Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengocok komposisi Indeks LQ45. Dalam evaluasi mayor terbaru, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) resmi masuk ke jajaran LQ45 dan menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).
Perubahan ini berlaku efektif mulai 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026.
BREN masuk LQ45 dengan rasio free float sebesar 12,30% dan bobot saham mencapai 6,83% dalam indeks. Jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks pasca-evaluasi tercatat sebanyak 16,45 miliar saham.
Masuknya BREN dinilai menjadi faktor penting bagi pergerakan LQ45, yang dalam beberapa waktu terakhir cenderung tertinggal dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sepanjang 2025, kinerja IHSG tercatat jauh lebih unggul dibandingkan LQ45.
Baca Juga: Green Era Energy Kembali Lepas Saham Barito Renewables Energy (BREN)
Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menjelaskan perbedaan kinerja tersebut salah satunya disebabkan oleh dominasi saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar di IHSG yang tidak sepenuhnya terwakili di LQ45.
Lonjakan harga saham milik kelompok usaha besar, termasuk Grup Prajogo Pangestu, memberikan dorongan signifikan terhadap IHSG, namun dampaknya relatif terbatas pada LQ45.
Dengan masuknya BREN, struktur LQ45 kini menjadi lebih berat ke saham-saham big cap yang memiliki daya ungkit besar terhadap indeks.
“Kondisi ini membuka peluang agar ke depan pergerakan LQ45 bisa lebih sejalan dengan IHSG,” ujar Hendra, Senin (26/1).
Dari sisi pasar, kehadiran BREN juga membawa narasi baru bagi LQ45. Selain berkapitalisasi besar dan likuid, BREN berada dalam tema transisi energi dan ekonomi hijau yang saat ini menjadi perhatian investor global.
Hal ini dinilai dapat meningkatkan daya tarik LQ45, khususnya di mata investor institusi domestik maupun asing.
Baca Juga: Green Era Energy Kembali Lepas Barito Renewables Energy (BREN)
Masuknya BREN ke LQ45 juga membuka peluang aliran dana pasif dari reksadana indeks dan Exchange Traded Fund (ETF) berbasis LQ45.
Penyesuaian portofolio dana pasif tersebut berpotensi mendorong likuiditas saham BREN sekaligus memperkuat posisi LQ45 sebagai indeks acuan yang relevan dengan dinamika pasar terkini.
Sementara itu, Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menilai peluang pergerakan IHSG dan LQ45 yang semakin berdekatan pada 2026 semakin terbuka.
Terlebih, dana asing berpotensi kembali masuk ke saham-saham big cap, didukung sentimen makroekonomi yang membaik serta efek penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang diperkirakan baru terasa penuh tahun ini.
Meski demikian, Hendra mengingatkan valuasi BREN saat ini sudah relatif tinggi. Strategi yang lebih tepat adalah pendekatan speculative buy dengan tetap memperhatikan volatilitas.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Beli Saham Barito Renewables Energy (BREN)
Target jangka menengah BREN diperkirakan berada di kisaran Rp 9.800 per saham, dengan catatan manajemen risiko tetap dijaga.
Di sisi lain, keluarnya ACES dari LQ45 berpotensi menimbulkan tekanan harga dalam jangka pendek. Secara historis, saham yang terdepak dari indeks unggulan kerap mengalami penyesuaian akibat berkurangnya permintaan dari dana pasif dan investor institusi berbasis indeks.
Namun, tekanan tersebut dinilai lebih bersifat teknis dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental perusahaan. Bisnis ritel perlengkapan rumah tangga ACES masih tergolong defensif dengan basis konsumen yang kuat.
Baca Juga: Barito Renewables Energy (BREN) Resmi Masuk Jajaran Indeks LQ45, Gantikan ACES
Kondisi ini justru bisa membuka peluang akumulasi. Strategi buy on weakness dinilai masih relevan untuk ACES, dengan area beli di sekitar Rp 380 dan target pemulihan ke level Rp 450.
Selanjutnya: Promo Quali Lunar Feast, Lamian Ayam Panggang Cuma Rp 38.000-an Gratis Es Selasih
Menarik Dibaca: Promo Quali Lunar Feast, Lamian Ayam Panggang Cuma Rp 38.000-an Gratis Es Selasih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












