Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menilai peluang pergerakan IHSG dan LQ45 yang semakin berdekatan pada 2026 semakin terbuka.
Terlebih, dana asing berpotensi kembali masuk ke saham-saham big cap, didukung sentimen makroekonomi yang membaik serta efek penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang diperkirakan baru terasa penuh tahun ini.
Meski demikian, Hendra mengingatkan valuasi BREN saat ini sudah relatif tinggi. Strategi yang lebih tepat adalah pendekatan speculative buy dengan tetap memperhatikan volatilitas.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Beli Saham Barito Renewables Energy (BREN)
Target jangka menengah BREN diperkirakan berada di kisaran Rp 9.800 per saham, dengan catatan manajemen risiko tetap dijaga.
Di sisi lain, keluarnya ACES dari LQ45 berpotensi menimbulkan tekanan harga dalam jangka pendek. Secara historis, saham yang terdepak dari indeks unggulan kerap mengalami penyesuaian akibat berkurangnya permintaan dari dana pasif dan investor institusi berbasis indeks.
Namun, tekanan tersebut dinilai lebih bersifat teknis dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental perusahaan. Bisnis ritel perlengkapan rumah tangga ACES masih tergolong defensif dengan basis konsumen yang kuat.
Baca Juga: Barito Renewables Energy (BREN) Resmi Masuk Jajaran Indeks LQ45, Gantikan ACES
Kondisi ini justru bisa membuka peluang akumulasi. Strategi buy on weakness dinilai masih relevan untuk ACES, dengan area beli di sekitar Rp 380 dan target pemulihan ke level Rp 450.
Selanjutnya: Promo Quali Lunar Feast, Lamian Ayam Panggang Cuma Rp 38.000-an Gratis Es Selasih
Menarik Dibaca: Promo Quali Lunar Feast, Lamian Ayam Panggang Cuma Rp 38.000-an Gratis Es Selasih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













