kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Saham anjlok sejak awal tahun, ini rekomendasi Garudafood (GOOD) dan Mayora (MYOR)


Senin, 16 Desember 2019 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Produk makanan dari PT Garudafood Putra Putri Jaya dipajang saat investor gathering dalam rangka penawaran umum perdana saham Garudafood di Jakarta, Kamis (30/8).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun hingga saat ini atau secara year-to-date (ytd), saham PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) telah terkikis 19,20%. Padahal, GOOD masih membukukan kinerja yang cukup solid.

Per kuartal III-2019, penjualan bersih GOOD mencapai Rp 6,34 triliun. Realisasi ini naik tipis 5,71% dari penjualan bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 6 triliun.

Meski pendapatan naik, laba bersih Garudafood justru tergerus 13,95% menjadi Rp 297,67 miliar. Pada kuartal III 2019, laba bersih GOOD mencapai Rp 346,04 miliar.

Baca Juga: Ini strategi Garudafood (GOOD) untuk menjaga kinerja penjualan tahun ini

Pun begitu dengan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang sejak awal tahun yang harganya telah tergerus 22,90%. Per kuartal III 2019, kinerja emiten penghuni Indeks Kompas100 ini tidak terlalu mengecewakan.

Pendapatan MYOR naik 3,51% menjadi Rp 17,96 triliun. Meski demikian, laba bersih MYOR turun tipis 0,37% menjadi Rp 1,1 triliun.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, turunnya kedua saham emiten makanan dan minuman ini lantaran belum adanya katalis dan sentimen positif terhadap saham-saham ini. Khusus untuk penurunan GOOD, William menilai hal ini akibat adanya aksi jual yang dilakukan investor setelah emiten ini melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Garuda Food perkuat bisnis minuman kemasan

Melansir dari RTI, saham GOOD telah diobral asing sebesar Rp 461 miliar di semua pasar (all market) sejak 3 bulan silam.

Sementara untuk saham MYOR, William menilai saham ini telah mengalami downtrend sejak tahun lalu. “MYOR secara teknikal masih akan berpotensi melanjutkan penurunannya,” ujar William kepada Kontan.co.id, Senin (16/12).

Meskipun pada 2020, Bank Dunia memprediksi konsumsi domestik akan menurun, William menilai, prospek sektor makanan dan minuman masih cukup baik ke depannya.




TERBARU

[X]
×