kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Rupiah Tertekan Sempat Tembus Rp 18.000, Arah Bunga BI Masih Jadi Penahan


Selasa, 29 September 2026 / 16:22 WIB
Rupiah Tertekan Sempat Tembus Rp 18.000, Arah Bunga BI Masih Jadi Penahan
ILUSTRASI. Rupiah Terlemah Sepanjang Masa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan hari ini, meski akhirnya mampu memangkas pelemahan dan ditutup di bawah level psikologis tersebut.

Selasa (29/9/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.981 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah tipis 0,02% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.978 per dolar AS.

Padahal, sepanjang perdagangan hari ini, rupiah betah di atas Rp 18.000 per dolar AS dan sempat mencetak rekor terburuknya di Rp 18.031 per dolar AS pada pukul 09.31 WIB.

Baca Juga: Austindo (ANJT) Beri Pinjaman Rp 2 Triliun ke Anak Usaha, Bunga 8,5% per Tahun

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong, memandang tekanan rupiah hari ini berasal dari kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS tertekan oleh meningkatnya prospek suku bunga The Fed dan harga minyak dunia yang tinggi," ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (29/9/2026).

Menurut Lukman, tekanan juga datang dari permintaan dolar AS oleh importir serta aliran dana asing keluar dari pasar domestik. Kondisi tersebut membuat rupiah masih rentan mengalami pelemahan.

Kata Lukman, tembusnya rupiah ke atas Rp 18.000 dalam perdagangan intraday mencerminkan masih kuatnya tekanan terhadap mata uang Garuda. Namun, pergerakan rupiah tetap akan dipengaruhi oleh respons BI serta perkembangan sentimen global.

Di sisi lain, pelemahan rupiah masih tertahan oleh intervensi Bank Indonesia (BI) melalui sejumlah instrumen, yakni pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Ke depan, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan The Fed. Untuk perdagangan Selasa malam, salah satu data yang menjadi perhatian adalah lowongan pekerjaan AS melalui Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS).

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada rilis data inflasi Indonesia September. Lukman memperkirakan inflasi berpotensi meningkat sehingga dapat menambah pertimbangan bagi BI dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Baca Juga: Cipta Perdana (PART) Siapkan Rencana Right Issue hingga Buyback Saham, Ini Rinciannya

"Rilis inflasi Indonesia bulan September diperkirakan akan naik dan memberikan tekanan kepada BI untuk menaikkan suku bunga," bebernya.

Untuk perdagangan Rabu (30/9), Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.950-Rp 18.050 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×