kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah tersokong fundamental domestik


Senin, 19 September 2016 / 18:09 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rupiah bertahan, meski data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis pekan lalu hasilnya positif. Dukungan fundamental menjadi salah satu kekuatan bagi mata uang Garuda.

Senin (19/9), di pasar spot, nilai tukar rupiah menguat tipis 0,02% ke level Rp 13.152 per dollar AS. Namun, kurs tengah Bank Indonesia mencatat, kurs rupiah melemah 0,25% ke posisi Rp 13.164 per dollar AS.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menilai, rupiah diuntungkan karena pesimisme pasar terdapat peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS. Fed Fund futures merilis peluang kenaikan suku bunga pada September ini hanya 20%. Sehingga, data pertumbuhan inflasi pun gagal mengangkat dollar AS.

"Ditambah lagi dari internal, rupiah mendapat sokongan fundamental dari penyerapan dana tax amnesty yang meningkat," ungkap Faisyal.

Meski demikian, secara umum, Faisyal menduga, pergerakan rupiah cenderung konsolidasi dengan kans menguat tipis. Sebab baik eksternal maupun internal semua sedang menanti hasil pertemuan The Fed pada Rabu (21/9) dan rapat Bank Indonesia pada Kamis (22/9).

"Masih serba tidak pasti, namun dengan fundamental yang kokoh dari dalam negeri maka rupiah punya kekuatan untuk bertahan," ujar Faisyal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×