kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Rupiah terkena efek Timur Tengah


Kamis, 07 Januari 2016 / 07:38 WIB


Reporter: Rinaldi Mohamad Azka, Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penguatan dollar masih membebani rupiah di awal tahun 2016. Di pasar spot pada Rabu (6/1), rupiah di hadapan dollar AS tergerus 0,37% ke 13.943 dibanding sehari sebelumnya.

Sebaliknya, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) menguat 0,48% ke 13.863.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Agus Chandra mengatakan, membaiknya bursa saham China tidak mempengaruhi pergerakan rupiah. "Faktor penguatan dollar membuat rupiah tertekan," ujarnya.

Kenaikan USD sendiri dipicu data inflasi Zona Euro yang kurang menggembirakan. Kamis (7/1) Agus menduga, rupiah masih akan terkoreksi, mengingat konflik geopolitik Arab Saudi dengan Iran mengangkat USD.

Ditambah lagi kecemasan di kawasan Asia terkait ujicoba nuklir Korea Utara. Dari dalam negeri, rupiah menunggu data tingkat kepercayaan konsumen dan pasokan rupiah yang beredar dari BI.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI sependapat, tekanan rupiah datang dari konflik Timur Tengah serta uji coba nuklir Korea Utara.

Hari ini, Trian memprediksi, rupiah melemah di 13.890-13.990. Agus menduga rupiah melemah di kisaran 13.85-14.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×