kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah tergerus faktor politik & Amerika


Jumat, 03 Oktober 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Calon penumpang antre menaiki Kapal Motor (KM) Sinabung yang bersandar di Pelabuhan Babang, Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (17/4/2023). ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc.


Reporter: Dina Farisah, Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah tak bergerak variasi. Di pasar spot, Kamis (2/10) pasangan USD/IDR naik 0,13% ke 12.150. Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia dollar AS melemah tipis 0,43% menjadi  Rp 12.136.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, pergerakan nilai rupiah karena dominasi faktor politik dalam negeri. Terpilihnya Ketua DPR dari Koalisi Merah Putih mendapat respons negatif  pelaku pasar. Muncul kekhawatiran tidak adanya sinergi antara pemerintah dengan parlemen dalam lima tahun mendatang. "Ketidakpastian politik ini mendorong aksi jual oleh asing di bursa saham lokal pada Kamis (2/10),” jelas Faisyal.

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA), mengatakan, rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor global.  Menurut dia, dollar AS perkasa setelah data non farm payroll AS September lebih tinggi 213.000 dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, David menunggu, angka pengangguran dan  permintaan pabrik AS. Jika data-data tersebut tercatat bagus, maka dollar AS akan menguat dan sebaliknya. David memproyeksikan, pasangan USD/IDR hari ini bergerak di Rp 12.100- Rp 12.160. Dan Faisyal  di Rp 12.000-Rp 12.500.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×