kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Rupiah terangkat jelang rapat BI


Kamis, 11 April 2013 / 06:30 WIB
ILUSTRASI. Perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Kinerja di atas ekspektasi, Panin Sekuritas beri rating beli untuk saham AALI.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Rupiah ditutup menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, pasangan USD/IDR, Rabu (10/4), melemah 0,26% menjadi 9.692 dibandingkan sehari sebelumnya. Dollar AS merujuk kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 0,52% menjadi 9.692.

Analis pasar uang Bank Mandiri Renny Eka Putri mengatakan, penguatan rupiah terhadap dollar AS dipicu oleh intervensi BI. Selain itu, penerbitan global bond sebesar US$ 3 miliar oleh pemerintah Indonesia membuat likuiditas dollar AS meningkat.  Ini mampu menopang rupiah. "Selain itu, data nonfarm payroll Amerika yang negatif memicu pelemahan dollar AS," ujar Renny.

Head of Trading Commonwealth Veni Kriswandi menambahkan, sinyal BI akan tetap menahan suku bunga acuan di level 5,75% mampu mengangkat rupiah.

Kedua analis itu memperkirakan, penguatan rupiah akan berlanjut pada hari ini. Rupiah akan tertopang pengumuman suku bunga acuan BI. Selain itu, sinyal The Fed akan tetap melanjutkan stimulus di AS akan melemahkan dollar AS.

Renny memperkirakan, hari ini pasangan USD/IDR di rentang 9.690- 9.740. Prediksi Veni, pairing USD/IDR di rentang 9.675 - 9.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×