kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rupiah Tembus ke Rp 17.000, Simak Sentimen yang Menopang Pergerakan Rupiah


Selasa, 07 April 2026 / 06:23 WIB
Rupiah Tembus ke Rp 17.000, Simak Sentimen yang Menopang Pergerakan Rupiah
ILUSTRASI. Rupiah tembus ke atas Rp 17.000 lagi


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan awal pekan ini. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.035 per dolar AS pada Senin (6/4/2026). Ini membuat rupiah melemah 0,32% dari posisi akhir pekan lalu di Rp 16.980 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, pelemahan rupiah terjadi lantaran indeks dolar AS yang tampil perkasa. Terlebih saat ini, pergerakan indeks dolar AS masih sangat dipengaruhi dinamika global terutama konflik geopolitik Timur Tengah. 

Menurutnya, jika terjadi gencatan senjata di kawasan tersebut maka indeks dolar akan melemah. 

Baca Juga: Rekomendasi Teknikal Saham Hari Ini (7/4): ESSA, CTRA, ADRO

"Ini akan memberikan sentimen positif bagi rupiah," kata David ketika dihubungi Kontan, Senin (6/4/2026).

Selain faktor geopolitik, David menyebut sejumlah sentimen lain yang akan memengaruhi pergerakan rupiah pada semester I-2026, antara lain arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) serta hasil peninjauan indeks oleh MSCI di bulan Mei dan peringkat kredit dari S&P Global.

Ia mengingatkan, pelemahan rupiah yang berlanjut berisiko mendorong inflasi impor sekaligus meningkatkan beban fiskal pemerintah. 

Namun, David menilai peran Bank Indonesia (BI) sebaiknya lebih difokuskan pada menjaga stabilitas volatilitas dibandingkan mempertahankan rupiah pada level tertentu.

"Pelaku bisnis lebih concern terhadap volatilitas dibanding level Rupiah," ujar David. 

Menurutnya, stabilitas nilai tukar akan meningkatkan keyakinan pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk investasi, ekspor maupun impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×