kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah tak bertenaga lagi, ada sentimen apa?


Senin, 28 Januari 2013 / 10:39 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengamati layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kontrak non deliverable forward (NDF) rupiah kembali melemah untuk hari keempat. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.40, kontrak NDF rupiah melemah 0,2% menjadi 9.822 per dollar AS. Posisi tersebut lebih lemah 1,5% dari nilai tukar rupiah di pasar spot yang pagi ini melemah 0,2% menjadi 9.670.

Salah satu sentimen yang menyebabkan rupiah kembali tak bertenaga adalah kenaikan pertumbuhan ekonomi AS yang akan mendorong the Federal Reserve untuk mempertimbangkan kembali kebijakan pro pertumbuhannya. Padahal, kebijakan tersebut mendorong arus dana asing mengalir ke pasar emerging market.

"Kontrak NDF murni merefleksikan sentimen investor asing terhadap pergerakan rupiah. Pemulihan ekonomi AS akan meningkatkan spekulasi bahwa the Fed akan menahan stimulusnya pada akhir tahun," papar Fahrudin Haris Pratowo, foreign exchange trader PT Bank Rakyat Indonesia di Jakarta kepada Bloomberg.

Sementara itu, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index diperdagangkan mendekati level terendah dalam sebulan terakhir sebelum data mengenai tingkat pemesanan barang-barang tahan lama di AS dirilis. Pelaku pasar berspekulasi, permintaan barang-barang tahan lama AS akan mencatatkan kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×