kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Rupiah Menguat Tipis Usai BI Tahan Suku Bunga, Cek Proyeksinya Kamis (22/1)


Rabu, 21 Januari 2026 / 16:32 WIB
Rupiah Menguat Tipis Usai BI Tahan Suku Bunga, Cek Proyeksinya Kamis (22/1)
ILUSTRASI. Rupiah Masih Tertekan Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis usai Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/1/2026).

Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.936 per dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan Rabu (21/1/2026), menguat 0,12% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.956 per dolar AS.

Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 16.963 per dolar AS, menguat 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.981 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,11% ke Rp 16.963 per Dolar AS, Rabu (21/1/2026)

Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, penguatan rupiah didorong oleh respons positif pasar terhadap pernyataan BI yang dinilai tidak terlalu dovish.

“Pernyataan BI dipandang less dovish. BI masih perlu mencermati peluang untuk memangkas suku bunga, dan peluang ini ditafsirkan pasar sebagai potensi tekanan bagi rupiah, sehingga saat ini pasar menjadi lebih berhati-hati,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, dengan sikap BI tersebut, data-data ekonomi domestik seperti inflasi ke depan kemungkinan tidak lagi menjadi faktor utama penggerak rupiah dalam jangka pendek.

Baca Juga: BI Rate Ditahan, Rupiah Spot Menguat 0,12% ke Rp 16.936 per Dolar AS, Rabu (21/1)

Untuk pergerakan rupiah pada Kamis (22/1/2026), Lukman menyebutkan tidak terdapat rilis data ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi pasar.

Namun, investor perlu mencermati sentimen global, khususnya potensi risk off yang dipicu oleh aksi jual obligasi AS.

“Sentimen risk off bisa muncul akibat sell off obligasi AS yang dipengaruhi oleh isu geopolitik, salah satunya terkait Greenland,” jelasnya.

Adapun untuk perdagangan Kamis (22/1/2026) Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.900 - Rp 17.000 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×