kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rupiah menguat tipis ke Rp 14.926 per dollar AS


Rabu, 05 September 2018 / 09:38 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya pemerintah dan Bank Indonesia menjaga rupiah belum membuahkan hasil dalam jangka pendek. Tapi, tekanan pada rupiah sedikit mengendur pada Rabu (5/9) pagi.

Pada pukul 9.28 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,06% ke Rp 14.926 per dollar Amerika Serikat (AS). Kemarin, rupiah mencapai level Rp 14.935 per dollar AS, terlemah sejak 1998. 

Tapi, tekanan eksternal rupiah masih besar. Hal ini didorong oleh peningkatan tensi perang dagang AS—China dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, indeks dollar diprediksi menguat di sekitar level 95,5—96,0. Dollar AS pun berpotensi menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia.

Penguatan dollar AS masih disebabkan oleh meningkatkanya eskalasi perang dagang antara AS dan China pada pekan ini serta buntunya perjanjian perdagangan bebas antara AS—Kanada. “Rencana pengenaan tarif terhadap US$ 200 miliar barang asal China kemungkinan besar akan diterapkan oleh AS pada Minggu ini,” kata Mikail dalam riset, hari ini.

Selain itu, suku bunga acuan AS yang kemungkinan besar dinaikan di bulan ini semakin memperkuat posisi dollar AS sekaligus memperburuk kinerja mata uang negara berkembang. Dari dalam negeri, penurunan bid to cover ratio lelang sukuk dari 3,5 kali menjadi 2,5 kali dapat menjadi katalis negatif bagi rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×