kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Rupiah Menguat Selasa (20/10), Capaian Investasi Jadi Penopang Begini Proyeksi Besok


Selasa, 20 Oktober 2026 / 16:01 WIB
Rupiah Menguat Selasa (20/10), Capaian Investasi Jadi Penopang Begini Proyeksi Besok
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (20/10/2026), ditopang oleh solidnya realisasi investasi dalam negeri di tengah dinamika geopolitik global.

Mengutip Bloomberg pada Selasa (20/10/2026), rupiah ditutup menguat 0,30% atau 54 poin ke level Rp 17.992 per dolar AS, sementara kurs transaksi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah menguat 0,24% atau Rp 44 ke level Rp 18.006 per dolar AS dibanding posisi hari sebelumnya sebesar Rp 18.050 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai bahwa penguatan mata uang Garuda pada Selasa (20/10/2026) didorong oleh respons positif pasar terhadap momentum capaian investasi nasional, meskipun pasar global masih dibayangi ketidakpastian sikap The Fed dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat 0,28% ke Rp 17.992 Selasa (20/10), Akhiri Pelemahan Empat Hari

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah Rabu (21/10/2026) akan dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah yang kembali memanas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap kamp pelatihan di provinsi Shabwa, Yaman. Serangan tersebut menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 200 orang. Serangan baru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan serta menegaskan risiko terhadap pasokan energi yang menjaga harga minyak tetap berada di atas US$ 100 per barel.

Di sisi lain, pasar mencermati perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang mencabut sanksi dan tarif utama terkait Rusia, meski Trump menyatakan belum mengambil keputusan akhir dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memerlukan waktu untuk evaluasi.

Selain itu, kelompok Houthi mengklaim serangan ke fasilitas Aramco di Yanbu dan kilang minyak Arab Saudi. Sementara dari sisi moneter, pejabat The Fed mengisyaratkan keterbukaan untuk pengetatan lebih lanjut, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan tidak ingin berprasangka terhadap hasil pertemuan FOMC mendatang. Saat ini pasar AS memasuki periode masa tenang (blackout) menjelang rapat FOMC.

"Namun, sejumlah data ekonomi tetap akan dirilis, seperti data mingguan klaim tunjangan pengangguran serta data awal (flash) PMI dari S&P Global," kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Dari dalam negeri, sentimen positif mengalir deras dari momentum realisasi investasi.

"Realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4% dari target tahun ini, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang," ujar Ibrahim.

Capaian triwulan III-2026 sendiri menyumbang Rp 528,7 triliun. Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 777,8 triliun (50,5%) yang didominasi oleh industri logam dasar sebesar Rp 216,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 761,4 triliun (49,5%) dengan porsi terbesar di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 117,8 triliun.

Secara akumulatif, dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat investasi Rp 3.923,2 triliun dengan penyerapan 5.485.944 tenaga kerja, di mana porsi luar Jawa mendominasi hingga 51,8% atau Rp 2.031 triliun guna mendukung target investasi Rp 13.032,8 triliun demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Bawah Rp 18.000 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (20/10)

Untuk perdagangan Rabu (21/10/2026), Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp 17.990 hingga Rp 18.040 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×