kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Tertekan Sanksi Rusia dan Ada Isu MSCI, Rupiah Selasa (20/10) Berpotensi Melemah


Senin, 19 Oktober 2026 / 16:41 WIB
Tertekan Sanksi Rusia dan Ada Isu MSCI, Rupiah Selasa (20/10) Berpotensi Melemah
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal bergerak fluktuatif dengan kecenderungan ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026), akibat terseret eskalasi ketidakpastian global serta dinamika penegakan hukum di pasar modal domestik.

Mengutip data Bloomberg pada Senin (19/10/2026), rupiah spot melemah 0,11% atau 19 poin ke level Rp 18.046 per dolar AS, sedangkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menguat tipis 0,01% atau Rp 2 dari posisi Rp 18.052 menjadi Rp 18.050 per dolar AS.   

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah pada awal pekan masih dibayangi oleh gejolak eksternal dan lonjakan harga komoditas energi. Tekanan terhadap rupiah sepanjang sesi perdagangan Senin (19/10) dipicu oleh kekhawatiran pasokan minyak Timur Tengah serta ketidakpastian domestik terkait pengetatan regulasi bursa yang memicu aksi risk-off investor.

Baca Juga: Pos Indonesia Gagal Bayar, Begini Dampaknya ke BUMN Danantara Menurut Fitch

Untuk perdagangan Selasa (20/10), Ibrahim menjelaskan jajaran sentimen sentral dari mancanegara yang berpotensi membendung penguatan rupiah.

Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mendadak menangguhkan sanksi terhadap Rusia demi kepentingan nasional serta membatalkan tarif impor minyak memicu spekulasi tinggi di pasar.

Di saat bersamaan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus mendorong harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus angka US$ 110 per barel.

Eskalasi inflasi energi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebelum akhir tahun seiring dengan sikap terbuka para pejabatnya terhadap pengetatan moneter lanjutan.

Dari dalam negeri, isu perubahan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia oleh MSCI dari Emerging Market menjadi Standalone Market masih memicu kecemasan investor portofolio.

Langkah otoritas bursa menjatuhkan sanksi denda administratif mencapai Rp 2,1 triliun atas pelanggaran IPO tiga perusahaan besar, serta pemangkasan batas auto-rejection dari 15% menjadi 7%, turut meningkatkan volatilitas jangka pendek.

Meski demikian, Ibrahim memandang ketegasan regulasi ini positif untuk masa depan pasar modal. "Namun, jika diimplementasikan dengan baik, dalam jangka panjang akan kembali meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Untuk meredam gejolak nilai tukar, Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) maupun Domestic NDF.

Baca Juga: Menanti RDG BI, Intip Sentimen dan Proyeksi Rupiah Selasa (20/10)

"Namun, efektivitas intervensi itu akan sangat bergantung pada seberapa besar tekanan yang dihadapi dan seberapa cepat kepercayaan pulih," tegas Ibrahim.

Bahkan demi menjaga daya tarik aset rupiah dari risiko capital outflow, BI diperkirakan berpotensi mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) hingga ke level 6% pada pertemuan Oktober ini.

Mempertimbangkan barisan sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 18.040 hingga Rp 18.090 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×