Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/10/2026).
Setelah sempat tertekan pada awal perdagangan, mata uang Garuda berbalik menguat dan ditutup di zona hijau. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.900 per dolar AS atau menguat 0,07% dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara, rupiah pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) ditutup dilevel Rp 17.930 per dolar AS atau melemah 0,17% secara harian, dibanding penutupan Senin yang di level Rp 17.899 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Spot Menguat Tipis Selasa (13/10), Jisdor BI Melemah ke Rp 17.930 per Dolar AS
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah di pasar spot hari ini ditopang oleh meredanya tekanan jual pada obligasi pemerintah AS atau US Treasury serta pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS saat ini berada di level 102,3 atau terkoreksi 0,23% secara harian.
Penurunan harga minyak mentah dunia turut mendukung penguatan rupiah. Saat ini harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 92 per barel atau melemah 1,85% secara harian dan 9,27% dalam sebulan terakhir.
“Harga minyak mentah dunia yang juga ikut turun terimbas aksi ambil untung menjelang rilis data inflasi AS besok,” ungkap Lukman kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).
Meski demikian, penguatan rupiah masih terbatas karena sentimen risk-off di pasar domestik maupun global. Kondisi ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian pasar.
Baca Juga: Rupiah Dibayangi Sentimen MSCI dan Inflasi AS, Simak Proyeksi Rabu (14/10)
Untuk perdagangan Rabu (14/10/2026), Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh perkembangan eksternal, terutama imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia.
Investor juga diperkirakan masih bersikap waspada menjelang rilis data inflasi AS yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan pasar keuangan global.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.850-Rp 17.950 per dolar AS pada perdagangan Rabu (14/10/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














