kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Rupiah Menguat pada Akhir Pekan, Volatilitas Diperkirakan Masih Berlanjut


Jumat, 26 Juni 2026 / 17:03 WIB
Rupiah Menguat pada Akhir Pekan, Volatilitas Diperkirakan Masih Berlanjut
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan rupiah di akhir pekan belum menjadi sinyal berakhirnya tekanan terhadap rupiah. Pelaku pasar masih mewaspadai berbagai sentimen, mulai dari kebijakan fiskal pemerintah, langkah intervensi Bank Indonesia (BI), hingga dinamika harga minyak dan kondisi global yang diperkirakan membuat pergerakan rupiah tetap volatil. 

Jumat (26/6/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,12% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.943 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah hari ini di pasar spot melemah 0,66% dari Rp 17.906 pada Jumat (19/6/2026) lalu.

Di sisi lain, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,11% secara harian ke Rp 17.962 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp 17.942 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah Jisdor melemah 0,76% dibanding Rp 17.826 pada pekan lalu.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa meski rupiah sempat menguat di pekan ini, tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai belum sepenuhnya mereda sehingga volatilitas masih berpotensi terjadi.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan, Investor Nantikan Data Inflasi dan NFP AS

Dari sisi domestik, sentimen datang dari pasar yang merespons positif langkah pemerintah yang terus mengevaluasi efisiensi anggaran, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna menjaga stabilitas fiskal.

Ia menjelaskan, pagu anggaran program MBG dalam APBN 2026 telah dipangkas dari rencana awal Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Selanjutnya, alokasi tersebut kembali disesuaikan menjadi sekitar Rp 228,38 triliun, bahkan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pemangkasan tambahan hingga Rp 50 triliun.

“Pemotongan ini dilakukan untuk merespons risiko ekonomi global, menjaga defisit fiskal, serta memperbaiki tata kelola program,” terang Ibrahim, Jumat (26/6/2026).

Selain itu, Ibrahim menilai langkah BI yang memperkuat intervensi di pasar valas juga menjadi faktor penting dalam menopang rupiah. 

Intervensi dilakukan melalui tiga instrumen sekaligus, yakni pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk meredam volatilitas serta mencegah pelemahan rupiah yang sempat mendekati level Rp 18.000 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,07% ke Rp 17.955 per Dolar AS pada Jumat (26/6) Siang

Ia menambahkan, apabila tekanan terhadap rupiah kembali meningkat, BI masih memiliki opsi menaikkan suku bunga acuan, meskipun bank sentral telah menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin dalam dua bulan terakhir. 

Menurutnya, pasar saat ini membutuhkan kepastian bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama, yang didukung koordinasi erat antara kebijakan moneter dan fiskal.

Dari eksternal, Ibrahim mengatakan pasar juga mencermati perkembangan pasokan minyak dunia. Pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz dilaporkan meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata membuka kembali jalur pelayaran tersebut. 

Meski demikian, volume lalu lintas kapal masih berada di bawah rata-rata normal sebelum konflik berlangsung sehingga kekhawatiran terhadap pasokan energi global belum sepenuhnya hilang.

Di sisi lain, gempa bumi yang terjadi di Venezuela turut memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi gangguan pasokan minyak, sehingga dapat memengaruhi pergerakan harga energi global dan sentimen di pasar keuangan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada pekan depan akan bergerak di kisaran Rp 17.880 hingga Rp 18.100 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.922 Per Dolar AS Hari Ini (26/6), Asia Bervariasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×