Reporter: AM Prestianta, Avanty N | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. Kinerja reksadana berbasis obligasi dollar Amerika Serikat (AS) positif. Penyebabnya adalah penguatan nilai tukar rupiah.
Data Infovesta Utama memperlihatkan, Danareksa Melati Premium Dollar menjadi reksadana dollar berkinerja terbaik di kuartal I-2012, dengan mencetak imbal hasil 2,39%. Sedangkan rata-rata reksadana pendapatan tetap dollar memberi imbal hasil 1,82%.
Kinerja terbaik kedua dicetak produk CIMB Principal Dollar Bond. Produk racikan CIMB Principal Asset Management itu, membukukan return 2,3% selama kuartal I 2012. Vice President Investment CIMB Principal Asset Management, Fadlul Imansyah, menuturkan, isi portofolio reksadana itu adalah obligasi pemerintah dengan tenor panjang. "Selama nilai tukar stabil, pertumbuhan return akan terjaga," ujar dia.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah kinerja perekonomian Amerika. "Karena menggunakan dollar AS, maka kebijakan bank sentral AS dan data pertumbuhan ekonomi negara tersebut menjadi perhatian," kata dia.
Dalam jangka pendek, volatilitas obligasi dollar cukup tinggi. Namun selama Bank Indonesia menjaga nilai tukar rupiah volatilitas itu dapat diredam. Fadlul memperkirakan pertumbuhan sekitar 4%. Diluar selisih kenaikan nilai dibanding dengan harga beli.
Rudiyanto, pengamat reksadana mengatakan pembeli reksadana ini mulai banyak. "Pembeli baru karena dana nganggur karena melihat prospek menarik setelah rupiah terus menguat," ujar dia.
Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, imbal hasil reksadana berbasis dollar AS lebih menarik daripada bunga deposito dollar, yang masih di bawah 1%. Dia memperkirakan reksadana pendapatan tetap berbasis dollar masih bisa memberikan imbal hasil hingga 4%-5% sampai akhir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













