Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan hari ini. Selasa (21/4/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.143 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah menguat 0,15% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.168 per dolar AS. Sejalan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,19% menjadi Rp 17.142 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah masih terjadi di tengah sentimen global yang cenderung beragam, khususnya terkait perkembangan konflik antara AS dan Iran.
Baca Juga: IHSG Melemah 0,46% ke 7.559 pada Selasa (21/4/2026), DSSA, BREN, BBRI Top Losers LQ45
Menurutnya, arah konflik tersebut masih belum jelas, seiring munculnya sinyal yang saling bertentangan terkait kelanjutan pembicaraan damai kedua negara.
Presiden AS Donald Trump disebut mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan.
Namun di sisi lain, pejabat Iran menyatakan peluang negosiasi masih kecil selama AS mempertahankan blokade angkatan laut. “Tetapi laporan menunjukkan bahwa Teheran telah mengkonfirmasi kepada mediator regional bahwa mereka mengirim delegasi ke Islamabad,” ujar Ibrahim, Selasa (21/4/2026).
Kemudian dari sisi domestik, di tengah penyesuaian harga global, imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun relatif meningkat, namun tetap berada dalam asumsi pemerintah. Kredibilitas ini memungkinkan Indonesia untuk menyerap harga energi yang lebih tinggi tanpa mengorbankan dukungan bagi kelompok rentan atau melanggar batas defisit fiskal Indonesia.
Meski Indonesia mencatat arus keluar devisa sebesar US$ 1,8 miliar dan depresiasi rupiah, namun defisit fiskal Indonesia tetap di bawah 3% dan cadangan devisa tetap memadai, yang membuktikan bahwa kredibilitas makro-finansial berfungsi di saat yang paling penting, termasuk dalam memperkuat ketahanan energi.
Untuk perdagangan Rabu (22/4/2026), Ibrahim mengingatkan pelaku pasar untuk mencermati perkembangan lanjutan konflik geopolitik. Gencatan senjata sementara antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir, dengan sinyal dari pihak AS bahwa perpanjangan kesepakatan kemungkinan kecil terjadi.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.143, Pasar Nantikan Keputusan BI
Selain itu, pasar juga dibayangi potensi eskalasi militer setelah aksi penembakan dan penangkapan kapal berbendera Iran oleh AS pada akhir pekan lalu.
Tak hanya faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada agenda ekonomi global, termasuk sidang konfirmasi Warsh. Sikap dan independensinya terhadap tekanan politik, khususnya terkait kebijakan suku bunga, akan menjadi sorotan utama pelaku pasar.
“Pencalonan Warsh dinilai tidak se-dovish yang diharapkan pasar, sehingga bisa mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter AS ke depan,” jelasnya.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada Rabu (22/4) akan berada dalam kisaran Rp 17.140 hingga Rp 17.180 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













