kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.143, Pasar Nantikan Keputusan BI


Selasa, 21 April 2026 / 15:55 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.143, Pasar Nantikan Keputusan BI
ILUSTRASI. Uang tunai (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan hari ini.

Selasa (21/4/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.143 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,15% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.168 per dolar AS. Sejalan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,19% menjadi Rp 17.142 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai menjelaskan, penguatan rupiah pada hari ini sebenarnya sempat lebih besar di awal sesi. Namun, pergerakan mata uang Garuda tertahan oleh beragam sentimen global, terutama terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: ADHI Kantongi Kontrak Baru Rp 4,72 Triliun, Naik 131,5% di Kuartal I-2026

“Rupiah ditutup menguat walau tidak sebesar di sesi awal. Sentimen yang beragam pada harapan perdamaian di Timur Tengah kembali menekan rupiah,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Meski demikian, rupiah masih mendapat dukungan dari faktor domestik. Salah satunya adalah langkah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), serta ekspektasi pasar terhadap sikap Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar Rabu (22/4/2026).

Menurut Lukman, investor saat ini mengantisipasi kemungkinan BI akan mengambil sikap lebih ketat (hawkish), baik melalui kenaikan suku bunga maupun sinyal pengetatan dalam waktu dekat.

“Rupiah berpotensi kembali menguat apabila BI menaikkan suku bunga atau paling tidak memberikan sinyal akan kenaikan tersebut dalam waktu dekat,” tambahnya.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga mencermati perkembangan potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah.

Untuk perdagangan Rabu (22/4), Lukman memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat dengan pergerakan di kisaran Rp 17.100 - Rp 17.200 per dolar AS.

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Tebar Dividen Tunai Rp 70 per Saham, Intip Jadwal Lengkapnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×