kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rupiah menguat ke Rp 14.189 per dolar AS pada Senin (2/9) pagi


Senin, 02 September 2019 / 08:19 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal September ini. Senin (2/9) pukul 8.09 WIB, kurs rupiah spot menguat tipis 0,06% ke Rp 14.189 per dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi Jumat lalu pada Rp 14.198 per dolar AS.

Rupiah memanfaatkan pelemahan kurs dolar yang terjadi pada pagi ini. Indeks dolar terkoreksi tipis ke 98,84 setelah Jumat menyentuh level tertinggi sejak Mei 2017.

Baca Juga: Pilarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguat hari ini

Penguatan rupiah hari ini pun melawan arus pelemahan sebagian besar mata uang Asia. Di pasar spot, rupiah hanya menguat bersama dengan yen Jepang dan dolar Hong Kong. Sementara mayoritas mata uang Asia pagi ini melemah terhadap the greenback.

Baca Juga: Ekonom Memperkirakan Pangan, Emas dan Pendidikan Sebabkan Inflasi di Agustus premium

"Yield obligasi Indonesia yang menarik menjadi faktor yang menyokong rupiah, terutama dengan yield US Treasury yang kini turun ke rekor terendah," kata Chang Wei Liang, macro strategist DBS Bank Singapura kepada Bloomberg.

Chang memperkirakan, rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.000 hingga Rp 14.500 per dolar AS meski tensi perang dagang naik. "Jika pelemahan yuan terus terjadi, maka kredit Asia akan terpengaruh dan meningkatkan kerentanan Indonesia pada tekanan utang luar negeri. Ini akan menjadi pemicu pelemahan rupiah." imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×