kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rupiah menanti arah kebijakan BI dan The Fed


Kamis, 12 November 2015 / 17:45 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Antisipasi pelaku pasar akan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed dinilai sebagai pemicu terbatasnya pergerakan rupiah.

Di pasar spot, Kamis (12/11) valuasi rupiah merangkak unggul 0,02% ke level Rp 13.597 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sejalan, di kurs tengah Bank Indonesia posisi rupiah menguat 0,01% di level Rp 13.575 per dollar AS.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menjabarkan pergerakan rupiah memang sedang dalam zona konsolidasi. Tidak heran penguatan hari ini tergolong sangat tipis. "Tidak ada faktor dominan di pasar yang bisa mengarahkan pergerakan," kata Wahyudi.

Dari dalam negeri, minim data ekonomi. Sedangkan USD pun sedang terpapar pelemahan akibat aksi profit taking di pasar.

Menurut Wahyudi, penentu pergerakan nantinya adalah apabila Bank Indonesia dan The Fed sudah memberikan sinyal yang lebih pasti mengenai suku bunga keduanya. Memang, BI diduga akan memangkas suku bunganya, nantinya itu akan diputuskan pada pertemuan Bank Indonesia pekan depan.

"Dari The Fed, pasar menanti testimoni Gubernur The Fed, Janet Yellen nanti malam," jelas Wahyudi. Melalui pernyataan tersebut pelaku pasar ingin melihat arah kebijakan moneter The Fed yang akan diputuskan pada Desember 2015 mendatang.

Belum adanya kejelasan ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Maka pergerakan rupiah terhadap USD pun sempit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×