kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Rupiah Melemah Sepekan, Sentimen Global dan Domestik Membayangi


Minggu, 12 April 2026 / 09:37 WIB
Rupiah Melemah Sepekan, Sentimen Global dan Domestik Membayangi
ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat 0,50 persen (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan seiring memburuknya sentimen domestik dan kekhawatiran investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Melansir data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,08% ke level Rp 17.104 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (10/4/2026). Secara mingguan, rupiah tercatat turun sekitar 0,73%.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan. Rupiah berada di level Rp 17.112 per dolar AS, melemah 0,17% secara harian dan turun 0,57% dalam sepekan dari posisi Rp 17.015 per dolar AS pada Kamis (2/4/2026).

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari sentimen domestik yang masih negatif.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Turun ke 98,65, Investor Menanti Sinyal Kebijakan The Fed

"Investor kembali mengkhawatirkan data-data fundamental Indonesia yang lemah seperti cadangan devisa, kinerja perdagangan, defisit anggaran dan juga downgrade pertumbuhan ekonomi oleh bank dunia," ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Menurut Lukman, tekanan tersebut diperkuat oleh sejumlah data ekonomi terbaru. 

Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 turun menjadi 122,9 dari 125,2 pada bulan sebelumnya, menjadi level terendah sejak Oktober 2025. Penurunan ini dipicu melemahnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi, pendapatan, dan lapangan kerja.

Di sisi lain, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara distribusi dari pabrik ke dealer atau wholesales pada Maret 2026 hanya mencapai 61.271 unit, turun 13,8% secara tahunan dari 71.099 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada awal pekan depan masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik global, khususnya dinamika di Timur Tengah. Namun, apabila tidak ada katalis eksternal yang signifikan, pasar akan kembali fokus pada rilis data domestik, seperti penjualan ritel.

"Data yang buruk akan semakin memperburuk rupiah, namun data yang lebih baik belum tentu akan menguatkan rupiah, secara sentimen umum domestik masih lesu," kata Lukman.

Ia memproyeksikan rupiah pada hari Senin (13/4) akan bergerak di rentang Rp 17.050 - Rp 17.200 per dolar AS.

Baca Juga: VKTR Rights Issue 21,87 Miliar Saham Baru Berpotensi Dilusi 33%, Ini Tujuannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×