kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.156   12,00   0,07%
  • IDX 7.683   7,15   0,09%
  • KOMPAS100 1.064   1,15   0,11%
  • LQ45 765   0,45   0,06%
  • ISSI 279   1,93   0,70%
  • IDX30 407   0,84   0,21%
  • IDXHIDIV20 493   1,51   0,31%
  • IDX80 119   0,07   0,06%
  • IDXV30 138   1,73   1,27%
  • IDXQ30 130   0,31   0,24%

Rupiah melemah, inilah jawaban Bank Indonesia


Senin, 10 Desember 2012 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Contoh dapur dengan gaya industrial. Foto: Instagram @3dm.com.br


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hari ini (10/12) disebut-sebut berasal dari isu sentimen negatif terhadap Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Jakarta, Senin (10/12).

Seperti diketahui, hari ini rupiah turun ke posisi Rp 9.700, padahal selama ini BI selalu menjaga kisaran nilai tukar rupiah di level Rp 9.500 - Rp 9.600 per dollar. "Rupiah melemah karena adanya kekhawatiran mengenai defisit transaksi berjalan membesar. Padahal itu rumor negatif," katanya saat dijumpai selepas Rapat Kerja BI dengan Komisi XI DPR RI.

 Darmin menambahkan, jika defisit di transaksi berjalan terlihat membesar karena sempat terkaji pembayaran utang luar negeri, dan juga ada keperluan lebih besar dengan adanya pembayaran untuk pesawat terbang.

"tetapi itukan (pembayaran pesawat terbang) tidak terjadi terus menerus. Tidak setiap bulan ada terus," tambahnya. Namun, kata Darmin, isu tersebut dihembuskan dan menjadi sentimen negatif terhadap rupiah. BI menyatakan, akan tetap berada di pasar uang, untuk mengontrol nilai tukar rupiah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×