CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.671   44,00   0,25%
  • IDX 6.428   -113,68   -1,74%
  • KOMPAS100 847   -11,52   -1,34%
  • LQ45 643   -6,98   -1,07%
  • ISSI 222   -4,86   -2,14%
  • IDX30 357   -3,96   -1,10%
  • IDXHIDIV20 446   -3,54   -0,79%
  • IDX80 97   -1,11   -1,14%
  • IDXV30 124   -1,05   -0,84%
  • IDXQ30 115   -0,91   -0,79%

Rupiah melemah, inilah jawaban Bank Indonesia


Senin, 10 Desember 2012 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Contoh dapur dengan gaya industrial. Foto: Instagram @3dm.com.br


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hari ini (10/12) disebut-sebut berasal dari isu sentimen negatif terhadap Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Jakarta, Senin (10/12).

Seperti diketahui, hari ini rupiah turun ke posisi Rp 9.700, padahal selama ini BI selalu menjaga kisaran nilai tukar rupiah di level Rp 9.500 - Rp 9.600 per dollar. "Rupiah melemah karena adanya kekhawatiran mengenai defisit transaksi berjalan membesar. Padahal itu rumor negatif," katanya saat dijumpai selepas Rapat Kerja BI dengan Komisi XI DPR RI.

 Darmin menambahkan, jika defisit di transaksi berjalan terlihat membesar karena sempat terkaji pembayaran utang luar negeri, dan juga ada keperluan lebih besar dengan adanya pembayaran untuk pesawat terbang.

"tetapi itukan (pembayaran pesawat terbang) tidak terjadi terus menerus. Tidak setiap bulan ada terus," tambahnya. Namun, kata Darmin, isu tersebut dihembuskan dan menjadi sentimen negatif terhadap rupiah. BI menyatakan, akan tetap berada di pasar uang, untuk mengontrol nilai tukar rupiah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×