kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rupiah masih akan melemah


Sabtu, 08 Desember 2012 / 08:34 WIB
ILUSTRASI. Clueless bisa dijadikan film untuk bernosatgia persahabatan era 90an  


Reporter: Dina Farisah | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menutup pekan ini rupiah ditutup melemah. Di pasar spot, pasangan USD/IDR, Jumat (7/12), menguat 0,61% menjadi 9.708. Ini menjadi pelemahan rupiah terbesar sejak akhir Oktober 2009. Dalam sepekan, pairing USD/IDR melemah 0,93%. Dollar AS di kurs tengah Bank Indonesia (BI), kemarin, menguat 0,12% menjadi 9.625.

Head of Trading Commonwealth Bank Veni Kriswandi menjelaskan, perjalanan rupiah selama sepekan terakhir diwarnai oleh faktor global dan domestik. Dari dalam negeri, pengumuman tingkat inflasi membawa sentimen positif. Namun, di sisi lain, defisit neraca perdagangan di Oktober menjadi alasan rupiah sulit terangkat. "Selain itu, permintaan dollar AS menjelang akhir tahun masih tinggi," ujar dia.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures menambahkan, sentimen negatif dari krisis utang Uni Eropa yang berlarut-larut membawa ketidakpastian di pasar. Malah, ada prediksi perekonomian Jerman terancam resesi dalam beberapa bulan mendatang.

Albert melihat rupiah masih akan melemah di pekan depan. Dia memperkirakan pasangan USD/IDR akan bergerak di kisaran 9.720-9.760. Proyeksi Vani rupiah akan bergerak di 9.623-9.685.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×