kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rupiah melemah, INAF hanya akan serap 70% capex


Senin, 14 September 2015 / 18:28 WIB
Rupiah melemah, INAF hanya akan serap 70% capex


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) memperkirakan serapan belanja modal (capital expenditure/capex) akan terpangkas di tahun ini karena perlambatan ekonomi dalam negeri.

Sekretaris Perusahaan INAF, Yasser Arafat mengatakan, belanja modal yang akan terserap sampai akhir tahun hanya sebesar Rp 94,5 miliar atau 70% dari target anggaran tahun ini senilai Rp 135 miliar. Apalagi sampai saat ini, realisasi belanja modal INAF baru sekitar 35% dari target.

Tahun ini belanja modal INAF dianggarkan untuk pembelian mesin, alat produksi, dan renovasi. "Nanti akan dikaji ulang rencana bisnis apa saja yang harus ditunda dulu," katanya kepada KONTAN, Senin (14/9).

Lalu, untuk menjaga suplai produksi, INAF tengah mengajukan revisi harga obat generik ke Kementerian Kesehatan. Tadinya, INAF meminta pemerintah hanya menaikkan harga obat menjadi 10% - 15% di sisa tahun ini. Namun, memburuknya nilai tukar rupiah membuat INAF meminta kenaikan harga obat menjadi 20% - 30%.

"Kenaikan harga jual ini penting untuk menjaga suplai perseroan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×