kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Rupiah melemah, INAF hanya akan serap 70% capex


Senin, 14 September 2015 / 18:28 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) memperkirakan serapan belanja modal (capital expenditure/capex) akan terpangkas di tahun ini karena perlambatan ekonomi dalam negeri.

Sekretaris Perusahaan INAF, Yasser Arafat mengatakan, belanja modal yang akan terserap sampai akhir tahun hanya sebesar Rp 94,5 miliar atau 70% dari target anggaran tahun ini senilai Rp 135 miliar. Apalagi sampai saat ini, realisasi belanja modal INAF baru sekitar 35% dari target.

Tahun ini belanja modal INAF dianggarkan untuk pembelian mesin, alat produksi, dan renovasi. "Nanti akan dikaji ulang rencana bisnis apa saja yang harus ditunda dulu," katanya kepada KONTAN, Senin (14/9).

Lalu, untuk menjaga suplai produksi, INAF tengah mengajukan revisi harga obat generik ke Kementerian Kesehatan. Tadinya, INAF meminta pemerintah hanya menaikkan harga obat menjadi 10% - 15% di sisa tahun ini. Namun, memburuknya nilai tukar rupiah membuat INAF meminta kenaikan harga obat menjadi 20% - 30%.

"Kenaikan harga jual ini penting untuk menjaga suplai perseroan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×