kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Rupiah Masih Bergerak Melemah Mendekati Rp17.000, Begini Proyeksinya Rabu (21/1)


Selasa, 20 Januari 2026 / 16:48 WIB
Rupiah Masih Bergerak Melemah Mendekati Rp17.000, Begini Proyeksinya Rabu (21/1)
ILUSTRASI. -Petugas menghitung uang rupiah dan dolar Amerika (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah meski terjadi pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Begini prediksi Rupiah untuk Rabu (21/1)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah meski terjadi pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), melemah tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.955 per dolar AS.

Pergerakan rupiah di Jisdor BI sejalan dengan rupiah spot. Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), melemah tipis 0,006% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.955 per dolar AS.

Baca Juga: Kinerja Saham Big Banks Selasa (20/1): BMRI dan BBRI Menguat

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen global yang sejatinya cukup kondusif, tercermin dari penurunan tajam indeks dolar AS. Namun, sentimen domestik membuat rupiah belum mampu memanfaatkan pelemahan dolar global tersebut untuk menguat lebih lanjut.

“Rupiah ditutup melemah tipis meskipun indeks dolar AS turun tajam. Rupiah masih gagal bangkit karena investor bersikap waspada menjelang hasil RDG BI besok,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Selain faktor wait and see terhadap kebijakan moneter BI, rupiah juga terbebani oleh sentimen lain. Lukman menyoroti kabar pencalonan keponakan Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dinilai memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap independensi bank sentral.

“Berita tersebut menambah tekanan terhadap rupiah karena memunculkan kekhawatiran pasar terkait independensi BI,” jelasnya.

Ke depan, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berada dalam tekanan seiring sikap investor yang cenderung wait and see hingga kejelasan hasil RDG BI. 

Untuk perdagangan Rabu (21/1/2026), Lukman memproyeksi rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.000 per dolar AS.

Baca Juga: Fundamental Solid Tapi Rupiah Masih Melemah, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×