kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rupiah loyo di tengah antisipasi rilis notulensi FOMC


Rabu, 21 Februari 2018 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah melemah di tengah penantian pelaku pasar terkait rilis notulensi rapat FOMC Meeting Minutes. Antisipasi hasil notulensi itu menguntungkan dollar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (21/2), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,02% ke level Rp 13.618 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat pelemahan rupiah sebesar 0,06% menjadi Rp 13.582 per dollar AS.

Lukman Leong, analis PT Valbury Asia Futures mengatakan, saat ini dollar AS masih rebound. "Pasar tidak sabar mendengar sinyal kenaikan suku bunga The Fed dari FOMC Meeting Minutes," kata Lukman, Rabu (21/2).

Selain itu, imbal hasil US Treasury AS juga cenderung menguat, sehingga membuat dollar AS menguat.

Sementara, dari dalam negeri tidak ada data yang mampu menyokong mata uang Garuda.

Lukman memproyeksikan, Kamis (22/2), rupiah akan melemah. Namun, pelemahannya akan terbatas, karena notulensi FOMC hanyalah satu-satunya sentimen yang bisa mengangkat dollar AS. Pekan ini, belum ada data penting yang akan dirilis negeri Paman Sam.

"Saya kira jika hasil notulensi sesuai dengan ekspektasi pasar, rupiah kemungkinan melemah terbatas," kata Lukman.

Hingga saat ini, prediksi Lukman, kenaikan suku bunga The Federal Reserves masih akan sesuai ekspektasi. Namun apabila ada pernyataan yang lebih agresif terkait kenaikan suku bunga AS, rupiah bisa makin terpuruk. Rupiah diperkirakan melemah terbatas direntang Rp 13.570-Rp 13.625 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×