kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Rupiah hari ini diprediksi rentan koreksi


Selasa, 19 Januari 2016 / 07:14 WIB


Reporter: Namira Daufina, Rinaldi Mohamad Azka | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Di tengah tekanan faktor eksternal, rupiah berhasil mengungguli USD, karena pasar AS tengah libur. Namun nilai tukar rupiah hari ini diprediksi rentan koreksi.

Di pasar spot Senin (18/1), nilai tukar rupiah terhadap USD menguat tipis 0,03% menjadi 13.905 dibanding hari sebelumnya. Sebaliknya, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) melemah 0,32% ke 13.931.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri  Bank BNI, menjelaskan,   penguatan rupiah ini karena aktivitas perdagangan di Amerika Serikat (AS) sedang libur nasional.

Sedangkan rilis data ekonomi AS akhir pekan lalu tidak memuaskan. “Sehingga ada celah memanfaatkan keunggulan efek dari stabilnya pasar global,” kata Trian. Apalagi Tiongkok juga memberikan dorongan positif bagi rupiah karena mata uang negeri itu kembali stabil.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Vidi Yuliansyah menambahkan, sentimen positif datang dari pasar obligasi pekan lalu yang mencatat kenaikan harga obligasi terbaik selama tiga bulan. Namun pasar juga menanti data ekonomi China seperti pertumbuhan ekonomi dan produksi industri.

Hari ini Trian melihat koreksi rupiah bisa terjadi jika harga minyak kembali turun. Sebagai mata uang berbasis komoditas, rupiah akan terkena imbas. Selain itu, pasar AS juga kembali aktif. 

Trian memprediksi, rupiah Selasa (19/1) bergulir di 13.880–13.970. Vidi memproyeksikan, rupiah di rentang 13.900-14.000. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×