kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Rupiah ditutup menguat hari ini, bagaimana prospeknya pada perdagangan Kamis (23/1)?


Rabu, 22 Januari 2020 / 19:53 WIB
Rupiah ditutup menguat hari ini, bagaimana prospeknya pada perdagangan Kamis (23/1)?
ILUSTRASI. Petugas mengitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang rupiah menguat 0,17% ke level Rp 13.646 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/1). Penguatan rupiah ini disokong sentimen internal maupun eksternal.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf  mengatakan, dari sisi eksternal meredanya perang dagang antara AS dan China menjadi sentimen positif penyokong rupiah. 

Baca Juga: Bila BI turunkan suku bunga acuan, emiten properti bakal mendapat sentimen positif

“Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di Davos, menyatakan kesepakatan dagang tahap dua akan segera dilaksanakan. Ini mengangkat selera berisiko para pelaku pasar,” Ujar Alwi kepada Kontan.co.id, Rabu (22/1).

Sementara itu, dari dalam negeri, Alwi menilai cadangan devisa yang gemuk menjadi salah satu faktor penopang penguatan rupiah. Ini membuat Bank Indonesia  (BI) leluasa untuk melakukan intervensi jika sewaktu-waktu diperlukan.

Setali tiga uang, penguatan rupiah hari ini dinilai ekonom Pefindo Fikri C Permana datang dari dalam negeri. Data makro ekonomi Indonesia menunjukkan hasil yang solid. Khususnya mengenai imbal balik obligasi.

Baca Juga: Rupiah kian perkasa usai pernyataan Gubernur BI dan ditutup di Rp 13.646 per dolar AS

“Sepertinya spread yield antara SUN dan US treasury masih menjadi hal yang menarik capital inflow ke Indonesia. Hal ini yang menyebabkan rupiah terapresiasi hari ini, walau penguatannya tipis,” ujar Fikri. 




TERBARU

Close [X]
×