kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 17.936 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Tekanan Utama


Kamis, 23 Juli 2026 / 21:31 WIB
Diperbarui Kamis, 23 Juli 2026 / 21:39 WIB
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 17.936 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Tekanan Utama
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/7/2026).  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kembali menembus level US$ 90 per barel menjadi sentimen utama yang membebani pergerakan mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 17.936 per dolar AS, melemah 0,11% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 17.917 per dolar AS.

Sementara itu, rupiah berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga ditutup melemah ke level Rp 17.915 per dolar AS pada perdagangan hari ini, dari posisi sehari sebelumnya. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menguat dalam beberapa hari terakhir.

Mengacu pada data Trading Economics per pukul 16.15 WIB, harga minyak mentah Brent berada di level US$ 98,4 per barel, atau telah naik sekitar 61,7% secara year to date (YtD).

Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah 0,30%, Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

Harga minyak dunia tekan rupiah

Lukman mengatakan kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh kembali naiknya harga minyak mentah dunia yang telah melewati US$ 90 per barel," ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, kenaikan harga minyak cenderung memberikan tekanan terhadap rupiah karena Indonesia masih mengandalkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor sehingga menekan nilai tukar rupiah.

Selain itu, minimnya agenda rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat membuat perhatian investor lebih tertuju pada perkembangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Saham Migas Diproyeksi Tetap Bersinar hingga Akhir 2026

Lukman menilai ketegangan geopolitik di kawasan tersebut masih berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

Proyeksi rupiah Jumat (24/7)

Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), Lukman melihat kondisi fundamental domestik sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, potensi pelemahan rupiah masih terbuka apabila harga minyak dunia terus melanjutkan tren kenaikannya.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.850 hingga Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×