kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah diramalkan akan menguat tipis pada penutupan perdagangan hari ini


Jumat, 01 Februari 2019 / 10:36 WIB


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah dibuka melemah tipis pada pembukaan perdagangan pasar spot Jumat (1/2). Mengutip Bloomberg, pukul 09:36 WIB, rupiah dibanderol Rp 14.984 per dollar AS. Sebelumnya rupiah ditutup pada level Rp 13.972 per dollar AS pada Kamis (31/1).

Dengan demikian, rupiah mengalami pelemahan tipis sebesar 0,08% dari posisi terdahulu. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah dibanderol Rp 14.072 per dollar AS pada Kamis (31/1).

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi berkata, jika pelemahan tipis yang terjadi pada rupiah pagi ini, datang dari nada ketidakpuasan pertemuan antara China dan Amerika Serikat (AS) di Washington DC. Walau begitu, dalam pertemuan tersebut AS dan China sepakat untuk mengakhiri pertikaian hak intelektual yang melibatkan perusahaan teknologi besar China, Huawei.

Sebagai tambahan, selama setahun terakhir AS berupaya mencegah Huawei dan perusahaan China lainnya berpartisipasi dalam pembangunan ulang pipa saluran air yang mengendalikan internet sejak terputus 35 tahun lalu. Hal tersebut dilakukan AS karena mencurigai China menanam senjata baru yang melibatkan teknologi 5G.

Dengan demikian Ibrahim optimistis rupiah masih akan bertahan di bawah level Rp 14.000 per dollar sampai penutupan perdagangan spot hari ini.“Kekuatan rupiah akan lebih banyak ditopang dari sisi domestik, misalnya pendapatan dana asing yang tinggi, dan juga data inflasi yang akan dikeluarkan nanti,”ujarnya pada Jumat (1/2).

Rilis data inflasi dapat memberikan isyarat kondisi ekonomi domestik, dan Ibrahim memprediksi nilai inflasi akan lebih kecil dari ekspetasi. Hal ini didasari dari belum adanya keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi. Pemerintah sendiri memasang ekspetasi inflasi berada di angka 3,1%, dan month on month, sebesar 2,5%.

“Pada kuartal IV neraca perdagangan juga cukup bagus, yaitu ada di angka US$ 5 miliar dollar, surplus juga lebih baik dari kuartal III-2018 yang defisit sebesar 4,4%. Sedangkan defisit transaksi berjalannya, 2,9%. Ini semua masih berada di bawah ekspetasi pemerintah yang berada di angka 3%,”jelas Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, efek The Fed menekan suku bunga acuannya di level 2,25% - 2,5% masih akan menopang kekuatan rupiah hari ini. Rupiah diprediksi akan terus menguat tipis pada kisaran Rp 13.935 per dollar AS - Rp 13.995 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×