Reporter: Alya Fathinah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (14/3/2026).Sekedar mengingatkan, rupiah ditutup melemah tipis 0,006% ke Rp 17.105 per dolar Amerika Serikat (AS).
Tekanan pada rupiah di awal pekan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah negosiasi antara AS dan Iran yang menemui jalan buntu.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik.
Dari eksternal, meningkatnya eskalasi konflik memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama setelah adanya langkah militer AS yang memperketat aktivitas maritim di sekitar Iran.
Baca Juga: Astra Kuasai 49% Pasar Otomotif Domestik, Tertekan Gempuran Mobil Listrik China
Di saat yang sama, data inflasi AS yang meningkat akibat kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
“Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah,” ujar Ibrahim, Senin (13/4/2026).
Dari dalam negeri, prospek ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2026, meski tetap dihadapkan pada sejumlah risiko eksternal.
ADB menyoroti ketegangan geopolitik global dan volatilitas harga energi sebagai faktor yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi, di samping kebijakan moneter global yang masih ketat.
Meski demikian, tekanan eksternal tersebut berpotensi memicu volatilitas aliran modal di pasar keuangan domestik.
Baca Juga: Yulie Sekuritas (YULE) Bagi Dividen Tunai Rp 15,87 Miliar, Cek Jadwalnya
Untuk jangka pendek, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
“Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 17.100 hingga Rp 17.150 per dolar AS pada perdagangan besok (hari ini),” pungkas Ibrahim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













