kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Rupiah Diprediksi Lanjut Menguat, Intip Proyeksi Untuk Kamis (16/5)


Rabu, 15 Mei 2024 / 19:04 WIB
Rupiah Diprediksi Lanjut Menguat, Intip Proyeksi Untuk Kamis (16/5)
ILUSTRASI. Kamis (15/5), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,45% ke Rp 16.027 per dolar AS.


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (15/5). Mengutip Bloomberg, Kamis (15/5), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,45% ke Rp 16.027 per dolar AS. 

Sementara di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) melemah 0,37% ke Rp 16.070 per dolar AS. Adapun indeks dolar terpantau turun 0,14% ke level 104,74.  

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sentimen yang membuat rupiah menguat yakni akibat dari pernyataan Chairman The Fed, Jerome Powell, pasca rilis data Indeks Harga Produsen (IHP), yang cenderung meningkat dibandingkan ekspektasi.

Menurut Josua, pernyataan Powell tersebut mendorong ekspektasi bahwa the Fed mungkin tidak mengubah arah kebijakannya dalam waktu dekat, walaupun inflasi cenderung meningkat. 

Baca Juga: Kurs Rupiah Ditutup Menguat 0,45% pada Rabu (15/5)

“Akibatnya, sentimen risk-on menguat secara global, sehingga mata uang Asia cenderung menguat pada hari ini,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (15/5).

Dia mengatakan bahwa sentimen tersebut berhasil memicu apresiasi nilai tukar Rupiah sepanjang hari. Dengan begitu, investor akan mencermati data inflasi AS per April 2024 yang akan dirilis nanti malam, dan diperkirakan inflasi umum dan inti akan cenderung melambat. 

“Sejalan dengan hal tersebut, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan, seiring dengan potensi perlambatan inflasi AS,” kata dia. 

Josua pun memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.950 per dolar AS-Rp 16.075 per dolar AS, pada perdagangan Kamis (15/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×