kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Sideways pada Selasa (19/11)


Senin, 18 November 2024 / 18:32 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Sideways pada Selasa (19/11)
ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/11) setelah melemah 5 hari berturut-turut.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/11). Kurs rupiah spot menguat 0,11% ke Rp 15.857 per dolar AS dan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menguat 0,25% ke Rp 15.848 per dolar AS.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, pergerakan rupiah terpantau dijaga oleh BI agar tetap bertahan di bawah Rp 16.000 per dolar AS. BI terlihat ada di pasar mengguyur valas untuk menyeimbangkan lagi supply-demand di pasar valuta spot maupun pasar domestic nondeliverable forward (DNDF).

Maklum, tekanan pada rupiah lantaran dolar AS yang masih perkasa. Apalagi, ruang pemangkasan suku bunga The Fed mulai tidak agresif pasca rilisan data ekonomi yang menunjukkan perbaikan. 

"Hal ini terlihat dari pernyataan terakhir ketua Fed Jerome Powell yang condong hawkish, yang mana mempertimbangkan pemangkasan suku bunga yang tidak terburu-buru di tengah membaiknya katalis," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (18/11).

Baca Juga: Kurs Rupiah Jisdor Menguat 0,25% ke Rp 15.848 Per Dolar AS, Senin (18/11)

Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong sepakat bahwa rupiah masih mengalami tekanan. Namun memang, investor cenderung berkonsolidasi di tengah absennya data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri hari ini.

Di sisi lain, Lukman mencermati bahwa momentum penguatan dolar AS pun juga telah melemah. "Saat ini investor menantikan lebih banyak petunjuk dari data-data ekonomi maupun pernyataan pejabat the Fed," sebutnya.

Karenanya, Lukman memperkirakan rupiah masih akan sideways/berkonsolidasi dengan rentang Rp 15.800 per dolar AS-Rp 15.900 per dolar AS. Sementara Nanang memproyeksikan rupiah di kisaran Rp 15.790 per dolar AS-Rp 15.890 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×