kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rupiah di level Rp 14.125 per dollar, menguat 0,21% sepekan


Jumat, 25 Mei 2018 / 18:28 WIB
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang kertas mata uang rupiah


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Walau sempat menembus level terlemah sejak September 2015, kurs spot rupiah berhasil kembali ke bawah Rp 14.200 per dollar AS pada Jumat.

Mengutip Bloomberg, Jumat (25/5) pukul 17.00 WIB, nilai tukar rupiah menguat 0,05% ke level Rp 14.125 per dollar AS. Sepekan terakhir, penguatan mata uang Garuda sekitar 0,21%.

Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia pada hari ini terapresiasi 0,27% menjadi Rp 14.166 per dollar AS. Namun, sepekan, rupiah masih  melemah 0,41% dalam sepekan terakhir.

Analis Global Kapital Investama, Nizar Hilmi menyampaikan, rupiah sempat melemah ke level Rp 14.200 per dollar AS, akibat akumulasi sentimen eksternal dan internal. Dalam hal ini, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS dan tren kenaikan harga minyak dunia menjadi pemicu pelemahan rupiah.

Di sisi lain, defisitnya neraca dagang hingga keluarnya dana asing dari pasar keuangan domestik juga memperburuk posisi rupiah.

Untungnya, tekanan terhadap rupiah mulai mereda selepas rilis notulensi FOMC meeting, Rabu (23/5). Pasalnya, The Fed menegaskan untuk saat ini kenaikan suku bunga acuan AS masih akan dilakukan secara bertahap. “Sebelumnya pasar selalu menduga The Fed akan menaikan suku bunga acuan AS secara agresif karena inflasi yang meningkat di tengah tren kenaikan harga minyak,” kata Nizar.

Nizar memperkirakan, pekan depan, ruang penguatan rupiah masih cukup terbuka, walau sentimen dari dalam negeri tergolong minim. Hal ini bergantung pada rilis data non farm payroll dan tingkat pengangguran AS yang dirilis pekan depan.

Menurutnya, rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp 13.980-Rp 14.140 per dollar AS sepanjang pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×