kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rupiah dibuka anteng di level Rp 14.125 per dolar AS, Selasa (3/12)


Selasa, 03 Desember 2019 / 08:38 WIB
Rupiah dibuka anteng di level Rp 14.125 per dolar AS, Selasa (3/12)
ILUSTRASI. Mengutip Bloomberg pukul 8.11 WIB, rupiah pasar spot stabil di level Rp 14.125 per dolar.. KONTAN/Muradi/2019/09/17

Reporter: Irene Sugiharti, Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah bergerak stagnan di awal perdagangan Selasa (3/12). Mengutip Bloomberg pukul 8.11 WIB, rupiah pasar spot stabil di level Rp 14.125 per dolar.

Asal tahu, pelaku pasar makin waswas melihat perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya, belum ada tanda-tanda kesepakatan dagang akan terwujud.

Baca Juga: Prediksi Kurs Rupiah: Konflik AS-China Masih Jadi Sentimen Utama

Kondisi ini membuat kurs rupiah melemah 0,12% jadi Rp 14.125 per dolar AS di pasar spot, Senin (2/12) kemarin. Inflasi Indonesia November yang positif juga tidak mampu menopang rupiah.

"Karena deadline AS-China sudah dekat, 15 Desember mendatang," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, kemarin.

Sentimen perang dagang masih akan mempengaruhi kurs rupiah hari ini. Apalagi, kata Direktur Garuda Berjangka Indonesia Ibrahim, China mengumumkan data manufaktur November yang menunjukkan pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Rupiah melemah terdorong sentimen eksternal

Hal ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi niatan AS membuat kesepakatan damai dengan China. Selain itu, bila data manufaktur AS positif, ada kemungkinan kurs rupiah kembali melemah.

Karena itu, rupiah diprediksi kembali melemah hari ini. Josua memprediksi rupiah bergerak antara Rp 14.075-14.150. Proyeksi Ibrahim, rupiah bergerak antara kisaran Rp 14.010- Rp 14.150.

Baca Juga: Rupiah, baht, ringgit, dollar Singapura bertekuk lutut terhadap dollar AS

Sementara itu, pagi ini dolar diperdagangkan mendekati level terendah satu pekan terhadap yen dan mendekati level terendah dalam hampir dua pekan terhadap euro, di tengah kekhawatiran tentang data manufaktur AS yang lemah dan tanda-tanda front baru dalam perang dagang AS.

Sentimen juga terpukul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor logam dari Brasil dan Argentina.




TERBARU

×