kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rupiah melemah terdorong sentimen eksternal


Senin, 02 Desember 2019 / 18:18 WIB
Rupiah melemah terdorong sentimen eksternal
ILUSTRASI. Petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri.

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penantian kepastian kesepakatan damai perang dagang tahap pertama tetap jadi fokus investor meskipun sentimen lain membanjiri pasar.

Pada perdagangan di awal pekan ini, rupiah masih belum bisa ungguli dollar. Lagi-lagi, dolar menguat atas rupiah dan mata uang regional lainnya. 

Senin (2/12) rupah di pasar spot ditutup di level Rp 14.125 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,12% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 14.108 per dolar AS. 

Sementara kurs tengah rupiah melemah 0,14% ke level Rp 14.122 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah, baht, ringgit, dollar Singapura bertekuk lutut terhadap dollar AS

Direktur PT Garuda Berjangka Indonesia Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah atas dolar hari ini dipengaruhi oleh data PMI China yang dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar. 
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, data inflasi yang rilis hari ini meskipun lebih baik dari ekpektasi pasar, namun belum dapat menjadi pembangkit rupiah. Pasalnya, pasar masih lebih fokus pada kepastian perang dagang.

"Data yang dirilis pagi, data inflasi lebih rendah dari perkiraan. Tapi sentimen itu masih dari faktor ekternal regional, data Cina lebih baik dari perkiraan. Fokus masih pada progres kesepakatan dagang karena ini sudah dekat tanggal 15 Desember yang merupakan deadline," tutur  ekonom Bank Permata Josua Pardede Senin (2/12).

Sementara dari zona Euro, Ibrahim menilai kemungkinan Boris Jhonson menang dalam pemilu 12 Desember mendatang membawa jalan bagi keluarnya Inggris dari Brexit lebih cepat.

Pada perdagangan besok, Ibrahim dan Joshua nilai investor masih akan fokus pada kepastian terkait perang dagang. Di sisi lain, Josua menambahkan akan terdapat beberapa data ekonomi yang rilis di Amerika nanti malam. 

Di antaranya, data NPI dan ISM Manufacturing AS. Pasar juga menantikan pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde terkait kebijakan ekonomi yang akan diterapkan ECB. 

Sementara dari domestik masih minim sentimen.

Josua menilai, jika hasil rilis data ekonomi AS menunjukkan perbaikan ada kemungkinan rupiah akan kembali melemah. Sehingga, Josua prediksikan besok rupiah akan melemah di kisaran Rp 14.075-14.150 per dolar AS. 

Baca Juga: Intervensi Trump di Hong Kong picu melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar AS pagi ini

Sementara Ibrahim memprediksi rupiah akan melemah ke kisaran Rp 14.010-14.150 per dolar AS karena dorongan faktor eksternal.




TERBARU

×