Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan pelemahan dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global yang belum kondusif.
Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), melemah tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.955 per dolar AS.
Pergerakan rupiah di Jisdor BI sejalan dengan rupiah spot. Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), melemah tipis 0,006% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.955 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, dari dalam negeri pasar kembali sensitif terhadap meningkatnya kekhawatiran arah kebijakan fiskal ke depan yang dinilai berisiko melebar.
Baca Juga: Fundamental Solid Tapi Rupiah Masih Melemah, Ini Penyebabnya
“Selain itu muncul lagi kekhawatiran soal independensi bank sentral yang membuat pelaku pasar cenderung lebih cepat mengurangi posisi rupiah atau menambah lindung nilai, sehingga permintaan dolar naik dan rupiah tertekan,” ujar Josua kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Dari sisi global, meski indeks dolar AS sempat bergerak stabil, pelaku pasar masih bersikap hati-hati menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan imbal hasil obligasi AS.
Kondisi tersebut membuat permintaan dolar tetap terjaga dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, lebih rentan tertekan saat sentimen pasar cenderung risk-off.
Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah 0,27% ke Rp 16.981 per Dolar AS pada Selasa (20/1)
Josua mencatat, dengan posisi rupiah sempat di kisaran Rp 16.978 per dolar AS pada siang hari ini, maka peluang rupiah menguji level psikologis Rp 17.000 dalam waktu dekat cukup besar.
Jarak yang semakin tipis menuju level tersebut berpotensi memicu aksi beli dolar tambahan, terlebih dengan adanya faktor musiman seperti mendekati Ramadan serta periode pembayaran dividen yang biasanya meningkatkan kebutuhan valuta asing.
Menurut Josua, apakah rupiah akan menembus dan bertahan di atas Rp17.000 sangat bergantung pada kekuatan respons stabilisasi BI serta kejelasan sinyal kebijakan fiskal dari pemerintah.
Ke depan, Josua memperkirakan rupiah bergerak terbatas dalam rentang Rp 16.900 – Rp 17.000 per dolar AS pada perdagangan Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Rupiah Masih Bergerak Melemah Mendekati Rp17.000, Begini Proyeksinya Rabu (21/1)
Selanjutnya: Valas Global Bergerak Beragam Usai Ancaman Tarif Trump ke Eropa soal Greenland
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 21 Januari 2026, Pengaruh Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













