kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat Terbatas pada Rabu (18/10), Ini Sentimennya


Selasa, 17 Oktober 2023 / 18:47 WIB
Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat Terbatas pada Rabu (18/10), Ini Sentimennya
ILUSTRASI. Petugas teller menghitung pecahan uang dolar AS di Kantor Pusat Bank Mandiri, Kamis (28/6). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/18


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah di pasar spot bergerak tipis dengan penguatan 0,03% ke level Rp 15.716 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah diprediksi melanjutkan penguatan terbatasnya, Rabu (18/10).

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana menyebutkan penguatan rupiah hari ini didorong oleh sejumlah hal. Salah satunya, pelemahan indeks dolar AS yang turun karena data dari negara lain, khususnya Euro yang positif dan juga kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Lalu, pernyataan dovish sejumlah pejabat The Fed juga menahan laju dolar AS.

"Indeks dolar AS turun dari 107 di pekan lalu ke 106," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (17/10).

Baca Juga: Tipis, Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 15.718 Per Dolar AS Pada Selasa (17/10)

Untuk besok, Fikri berpandangan ada sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah, seperti data penjualan ritel AS. Menurutnya, jika hasilnya positif maka indeks dolar berpotensi menguat kembali.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menambahkan, terkait data penjualan ritel AS diprediksi pertumbuhannya akan lebih rendah dari bulan sebelumnya di 0,3% dan secara tahunan juga lebih rendah di 2,5%. 

"Selain itu, ekspektasi sikap dovish dari pidato pejabat The Fed juga berpotensi mendorong penguatan rupiah," katanya.

Namun, ia juga sependapat bahwa apresiasi rupiah masih akan terbatas. Sebabnya, sentimen pendorongnya bukan berasal dari fundamental dalam negeri.

Lukman memperkirakan rupiah berada di Rp 15.650 - Rp 15.750 per dolar AS. Sementara Fikri memproyeksikan rupiah di kisaran Rp 15.600 - Rp 15.800 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×