kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.825   16,00   0,10%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Rupiah Berpeluang Melemah Pekan Ini, Dipicu Meningkatnya Eskalasi Geopolitik Iran


Senin, 02 Maret 2026 / 07:00 WIB
Rupiah Berpeluang Melemah Pekan Ini, Dipicu Meningkatnya Eskalasi Geopolitik Iran


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (27/2/2026). Pelemahan rupiah diprediksi akan berlanjut pada pekan ini, seiring memanasnya eskalasi geopolitik di Iran.

Rupiah ditutup melemah 0,17% secara harian ke level Rp 16.787 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, rupiah juga melemah 0,12% secara harian ke Rp 16.779 per dolar AS. 

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, serangan AS-Israel ke Iran berpotensi membuat pergerakan rupiah melemah. Serangan ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump tidak puas dengan pertemuan antara delegasi AS dan delegasi Iran terkait reaktor nuklir dan misil. 

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Catat Laba Naik 16,48% ke Rp 423,19 Miliar Sepanjang 2025

“Ini kemungkinan besar dampaknya rupiah melemah,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi Kontan, Minggu (1/3/2026). 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada akhir pekan di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas. 

Investor diperkirakan wait and see mengantisipasi serentetan data ekonomi penting Indonesia yang di antaranya data inflasi, data manufakturing dan data perdagangan, yang akan dirilis Senin.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat rupiah berpotensi menguat terbatas karena beberapa data AS, yang diperkirakan cenderung melemah. Sehingga sedikit meningkatkan kemungkinan pemotongan sebesar 50 bps dari The Fed di tahun 2026. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah berpotensi menuju Rp 17.000 per dolar AS dalam sepekan ini. 

Adapun untuk Senin (2/3/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 16.790 – Rp 16.820 per dolar AS.    

Sedangkan Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.700 – Rp 16.850 per dolar AS. 

Sementara itu Josua memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 16.700 – Rp 16.800 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×