kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Rupiah belum keluar dari tren pelemahan


Jumat, 11 September 2015 / 19:53 WIB
Rupiah belum keluar dari tren pelemahan


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Selama sepekan terakhir kekuatan mata uang garuda terus menurun. Rupiah terus tertekan sentimen global, sementara fundamental dalam negeri belum mampu mendorong penguatan rupiah.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah naik tipis 0,07% ke level Rp 14.322 per dollar AS dibandingkan sehari sebelumnya. Selama sepekan rupiah melemah 1%. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) nilai tukar rupiah menguat 0,1% ke level Rp 14.306, namun melemah 0,9% dalam sepekan terakhir.

Nizar Hilmi, analis SoeGee Futures mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum keluar dari tren melemah. Di samping karena tekanan dollar AS, Nizar melihat rupiah turut tertekan oleh turunnya harga serta lemahnya permintaan komoditas. Maklum, komoditas menjadi andalan ekspor utama Indonesia. "Pemasukan dollar AS berkurang karena ekspor turun. Di saat yang sama permintaan dollar AS juga sedang tinggi," ujarnya.

Paket ekonomi yang diumumkan pemerintah menjelang akhir pekan ini menurut Nizar belum direspon positif oleh market. "Kebijakan ekonomi memang perlu waktu untuk bisa memberi dampak ke rupiah," imbuhnya.

Menurut Nizar pergerakan rupiah sepekan ke depan masih akan dibayangi tekanan dollar AS. Di akhir pekan, pergerakan rupiah tergantung dari keputusan The Fed. Jika suku bunga ditahan, maka kemungkinan dolar akan melemah sehingga rupiah bisa bangkit. Meski demikian, penguatan rupiah hanya terjadi sementara karena tidak didukung kondisi fundamental dalam negeri. Namun, jika suku bunga naik, rupiah akan semakin anjlok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×