kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah bakal terdorong kenaikan BI rate


Rabu, 19 November 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Syarat KUR BRI 2023, Cek Cara Pengajuan dan Tabel Pinjaman Per Bulan


Reporter: Dina Farisah | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah ditutup menguat terbatas pada Selasa (18/11). Di pasar spot, pasangan USD/IDR turun 0,57% dibanding hari sebelumnya ke 12.136. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI) turun 0,39% ke 12.146.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan, meski menguat, pergerakan rupiah relatif mendatar. Dari faktor internal, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Rp 2.000 per liter, tidak mampu mengerek rupiah terlalu kuat. Sebab, kenaikan harga BBM bersubsidi lebih rendah dibandingkan kabar semula. Selanjutnya, pelaku pasar akan menanti pengalihan subsidi BBM tepat sasaran atau tidak.

Hari ini, Albertus Christian, Senior and Research Analysis PT Monex Investindo Futures, memproyeksikan, rupiah akan menguat. Ini karena hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 7,75%.  "BI  menaikkan suku bunga seiring langkah pemerintah yang menaikkan harga BBM," kata Christian. Sementara dollar AS masih tertekan karena data produksi industri negatif.

Hari ini, Christian memproyeksikan, rupiah akan bergerak di Rp 12.100-Rp 12.190. Dan Reny di Rp 12.092-Rp 12.200.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×