CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Risiko Distribusi Meningkat, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus Segini


Kamis, 10 September 2026 / 15:29 WIB
Risiko Distribusi Meningkat, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus Segini
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Orhan Qereman)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia masih berada di level tinggi seiring meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selain risiko pasokan, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz mulai menjadi perhatian pasar.

Berdasarkan data Trading Economics, Kamis (10/9/2026) pukul 15.00 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 96,25 per barel, naik 0,26% secara harian. Dalam sepekan, WTI naik 5,32% dan dalam sebulan menguat 15,57%.

Sementara itu, harga minyak Brent berada di US$ 101,29 per barel, naik 0,08% secara harian. Brent tercatat menguat 5,92% dalam sepekan dan 13,79% dalam sebulan.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan mengatakan, kenaikan minyak masih didominasi eskalasi konflik AS-Iran dan semakin besarnya risiko terhadap jalur distribusi minyak di Timur Tengah.

"Serangan AS terhadap tanker Iran kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sejumlah kapal di sekitar Selat Hormuz. Jadi, risikonya sekarang bukan hanya di sisi pasokan, tetapi juga distribusi," kata Brahmantya kepada Kontan, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Gudang Garam (GGRM) Buka Peluang Akan Bagi Dividen Lagi

Menurut dia, situasi tersebut membuat biaya pengiriman tanker ikut meningkat. Pasar pun mulai memperhitungkan risiko logistik dalam pembentukan harga minyak.

"Persoalannya sekarang bukan hanya apakah minyak tersedia, tetapi apakah tanker berani dan mampu mengambil serta mengirim minyak tersebut. Biaya pengiriman tanker juga meningkat tajam," ujarnya.

Brahmantya menyebut kondisi tersebut membuat harga minyak kini mendapat dua jenis premi, yakni war premium dan logistics premium. War premium berasal dari risiko konflik, sedangkan logistics premium muncul karena meningkatnya risiko dan biaya pengiriman minyak.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan. Sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global melewati jalur tersebut. Namun, lalu lintas kapal masih jauh di bawah kondisi normal.

Pada Rabu, hanya tujuh kapal tercatat melintas di Selat Hormuz. Jumlah tersebut lebih rendah dari rata-rata 10 hari yang mencapai 14 kapal.

Risiko distribusi juga tidak hanya datang dari Hormuz. Serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap fasilitas energi Arab Saudi dan ancaman terhadap pengiriman melalui Laut Merah turut menjadi perhatian pasar.

Brahmantya mengatakan, kondisi tersebut membuat harga minyak masih memiliki bias bullish. Namun, kenaikan harga tidak akan berjalan mulus karena perkembangan konflik dapat memicu volatilitas tinggi.

"Kalau serangan terhadap tanker terus berlanjut, arus kapal di Hormuz tetap jauh di bawah kondisi normal, atau konflik meluas ke infrastruktur energi dan jalur alternatif seperti Laut Merah, ruang kenaikan harga minyak akan semakin besar," katanya.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.547 Per Dolar AS Hari Ini (10/9), Asia Bervariasi

Dengan eskalasi terbaru AS-Iran dan risiko gangguan distribusi yang meningkat, Brahmantya menaikkan proyeksi harga minyak hingga akhir tahun. WTI diperkirakan berada di kisaran US$ 97-US$ 115 per barel, sedangkan Brent berada di kisaran US$ 110-US$ 125 per barel.

Meski begitu, risiko koreksi tetap ada. Jika AS dan Iran melakukan deeskalasi dan arus kapal melalui Selat Hormuz kembali pulih, war premium dan logistics premium dapat turun sehingga menekan harga minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×