kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Ringgit dan baht pimpin apresiasi mata uang Asia


Selasa, 28 Februari 2012 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Produk pisang cavendish merek Sunpride dari PT Sewu Segar Nusantara di Jakarta. KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Ringgit Malaysia dan baht Thailand memimpin penguatan mata uang Asia pagi ini. Pada pukul 10.56 waktu Kuala Lumpur, ringgit menguat 0,4% menjadi 3,0125 per dolar AS. Sementara, baht Thailand menguat 0,1% menjadi 30,43.

Sejumlah mata uang Asia lainnya juga terapresiasi. Sebut saja peso Filipina yang menguat 0,2% menjadi 42,88 dan rupiah Indonesia yang menguat 0,1% menjadi 9.151. Sedangkan won Korea Selatan menguat 0,3% menjadi 1.126,40.

Sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan mata uang regional antara lain penurunan harga minyak dunia dan data penjualan rumah AS yang menanjak. Dua faktor tersebut menyebabkan outlook kinerja eksportir di kawasan regional semakin positif.

"Penurunan harga minyak merupakan pertanda baik. Jika Bernanke akan memberlakukan kebijaka QE3, maka hal itu akan menyebabkan dolar AS melemah dan menyokong mata uang yang memiliki yield tinggi," papar Roy Teo, currency strategist ABN Amro Private Bank di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×