kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rimau Multi Putra masuk daftar UMA


Kamis, 16 November 2017 / 16:02 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat pengumuman kepada PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) lantaran adanya aktivitas pasar yang tidak biasa atau unusual market activity (UMA).

Dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (16/11) disebutkan telah terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham CMPP di luar kebiasaan. "Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham CMPP tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," kata Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.

BEI berharap agar investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan ini dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan ini apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Selain itu, BEI juga mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. "Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," lanjutnya.

Sebagai informasi, saham CMPP pada perdagangan Kamis (16/11) dibuka pada level 366 per saham. Tak lama setelah pembukaan, saham tersebut mendaki dan menyentuh level tertinggi sepanjang hari ini di level Rp 416 per saham.

Pada pukul 10.00 WIB, pergerakan saham mulai kembali seperti level pembukaan dengan berada di kisaran Rp 366- Rp 386 sampai menjelang penutupan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×