kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Rilis data ekonomi Jerman bantu euro menekuk dolar AS


Selasa, 21 Januari 2020 / 19:26 WIB
Rilis data ekonomi Jerman bantu euro menekuk dolar AS
ILUSTRASI. Berbagai data ekonomi dari zona euro yang positif turut berdampak positif terhadap pergerakan mata uang euro.

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai data ekonomi dari zona euro yang menunjukkan hasil positif turut berdampak positif terhadap pergerakan mata uang euro (EUR). Euro pun menguat atas dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (21/1) hingga pukul 19.12 WIB, euro menguat  0,10% ke level 1,1106. Analis Global Kapital Investama menilai penguatan EUR tidak terlepas dari technical rebound setelah mata uang tersebut sempat jatuh dalam tiga sesi terakhirnya.

Baca Juga: Data ekonomi Inggris bantu penguatan poundsterling terhadap EUR

“Penguatan hari ini juga didorong oleh sentimen ekonomi versi ZEW yang hasilnya di luar ekspektasi pasar. Diperkirakan data tersebut berada di angka 15.0 dan ternyata datanya justru berada di angka 26.7,” ujar Alwi ketika dihubungi Kontan.co.id.

Selain data ekonomi Jerman versi ZEW, sentimen positif yang mendorong euro adalah data indeks harga produsen (PPI) Jerman yang dirilis kemarin juga melebihi perkiraan pasar. Indeks PPI Jerman tumbuh 0,1% pada Desember 2019. Lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang stagnan di angka 0,0%.

Sejatinya kondisi dollar Amerika Serikat (AS) tengah dalam tren yang membaik. Setelah rilis data perumahan yang membaik. Tercatat data perumahan AS naik 16,9% atau secara musiman sama dengan 1,61 juta unit pada Desember 2019. Data tersebut jauh lebih baik dibanding perkiraan analis yang hanya mencapai 1,38 juta.

Dengan kondisi tersebut, USD sebenarnya sempat menekuk EUR selama beberapa hari ke belakang. Namun dengan sentimen positif yang baru saja didapatkan EUR, USD akhirnya melemah pada perdagangan hari ini.

Namun, pasar tengah menanti hasil rapat yang akan digelar Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (23/1) mendatang. Salah satu yang dinantikan adalah pernyataan Ketua ECB Christine Lagard yang dinilai akan punya pengaruh dalam pergerakan EUR.

“Setelah melihat data-data terakhir, apakah pernyataan Laggard mengarah dovish. Jika iya, euro akan bisa kembali tertekan. Namun jika cenderung hawkish, euro kemungkinan akan rebound,” terang Alwi.

Secara teknikal, Alwi melihat pasangan EUR/USD saat ini tengah berpotensi untuk reversal atau balik arah dari bearish ke bullish. Terlihat dari harga yang bergerak di bawah MA20 dan MA50 sementara RSI berada di area 43. Lalu histogram masih di minus dan stochastik mulai oversold.

Dengan demikian, Alwi menilai euro masih akan bearish kecuali pada hari ini mampu bertahan di atas 1,1105. Jika hal tersebut terjadi bisa mengonfirmasi pola reversal.

Baca Juga: Macron dan Trump sepakat bekerjasama menghindari kenaikan tarif pajak digital

Adapun merekomendasikan buy untuk EUR/USD pada Rabu (22/1) dengan level support 1,1065 dan 1,1020. Sedangkan untuk level resistance di level 1,1115 dan 1,1170.




TERBARU

Close [X]
×