kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rilis Data Ekonomi AS Jadi Penentu Nasib Rupiah Esok


Kamis, 10 Maret 2022 / 18:08 WIB
Rilis Data Ekonomi AS Jadi Penentu Nasib Rupiah Esok
ILUSTRASI. Sentimen eksternal diyakini akan menjadi penentu nasib rupiah pada perdagangan besok, Jumat (11/3).


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen eksternal diyakini akan menjadi penentu nasib rupiah pada perdagangan besok, Jumat (11/3). Salah satu yang dinantikan adalah rilis data ekonomi inflasi Amerika Serikat AS

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, pada perdagangan besok, pasar akan fokus pada rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Adapun, konsensus pasar memproyeksikan data inflasi akan naik 0,8% secara bulanan dari posisi bulan Januari. Sementara secara year on year, inflasi diproyeksikan akan naik 7,8%. 

“Jika ternyata data yang keluar lebih tinggi dari perkiraan pasar, ini akan menjadi sentimen negatif untuk rupiah. Pasalnya, akan ada ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih agresif di bulan-bulan berikutnya,” ujar Fikri ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (10/3).

Baca Juga: Aset Berisiko Kembali Dilirik, Rupiah Menguat 0,46%

Dia menambahkan, pasar juga akan menanti hasil keputusan bank sentral Uni Eropa terkait suku bunga acuan. Namun, Fikri cukup optimistis rupiah masih berpeluang menguat terbatas pada esok hari. Hal ini didukung oleh meredanya kekhawatiran di emerging markets yang tercermin dari turunnya persepsi risiko di Indonesia, yield acuan 10 tahun yang turun dari 6,9% menjadi 6,7%, serta net inflow yang terjadi di pasar saham.

Proyeksi dia, rupiah akan bergerak pada rentang Rp 14.170 per dolar AS-Rp 14.370 per dolar AS untuk perdagangan Jumat. 

Adapun, pada hari ini, Kamis (10/3), kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,46% ke level Rp 14.276 per dolar AS. Sementara di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 14.298 per dolar AS atau menguat 0,51%.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,87% Pada Kamis (10/3), Asing Masih Mencatat Net Buy

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×