kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.541.000   21.000   1,38%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

RHB Research: Semester kedua 2011, downtrend harga CPO


Rabu, 13 April 2011 / 14:40 WIB
RHB Research: Semester kedua 2011, downtrend harga CPO
ILUSTRASI. Petugas mengisi bahan bakar untuk mobil pelanggan di SPBU Pertamina, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (15/6). Pertamina memastikan pasokan BBM aman selama 21 hari atau di atas ketahanan stok nasional. Per awal juni 2020 konsumsi BBM mencapai 23.000?ki


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Minyak sawit atau crude palm oil (CPO) mungkin akan memasuki tren penurunan mulai pertengahan tahun ini. Analis RHB Research Institute Sdn. Hoe Lee Leng menyebut, proyeksi ini seiring produksi CPO global yang diperkirakaan akan meningkat karena hasil bersih panen juga lebih bagus.

Menurut Hoe, harga CPO di semester kedua mungkin akan lebih rendah dibanding semester pertama. Lalu, akan mencapai puncak lagi setelah semester pertama 2013. "Harga rata-rata di sekitar RM 3.100 atau US$ 1.023 per ton pada 2011, dan RM 2.900 di 2012," prediksinya.

Lanjutnya, hasil produksi minyak sawit diperkirakan akan meningkat seiring normalnya kembali cuaca, dan dampak peremajaan tanaman. Harga CPO melonjak 57% di 2009, dan 42% di tahun lalu karena berlangsungnya pemulihan ekonomi global pasca krisis keuangan.

Lebih rendahnya harga minyak sawit kemungkinan dapat membantu menekan inflasi dari harga bahan pangan. Minyak sawit digunakan untuk bahan makanan dan bahan bakar.

Sementara, Direktur Godrej International Ltd. Dorab Mistry menambahkan, ada bukti yang tak terbantahkan bahwa produksi global meningkat. Maka, dia memprediksi harga bisa anjlok ke bawah RM 3.000 per ton.

Adapun, Oil World memperkirakan produksi minyak sawit dunia mungkin meningkat 6,6% menjadi 48,7 juta ton di tahun ini. "Produksi minyak sawit dunia tahun ini akan lebih besar setidaknya 3 juta ton dibanding tahun lalu," imbuh Mistry.

Hingga siang ini, CPO masih diperdagangkan di level RM 3.333 atau setara US$ 1.102,73 per ton, hingga pukul 14.30 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×