kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.038   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.189   140,60   1,99%
  • KOMPAS100 993   21,22   2,18%
  • LQ45 729   13,51   1,89%
  • ISSI 256   4,90   1,95%
  • IDX30 395   6,66   1,72%
  • IDXHIDIV20 491   3,51   0,72%
  • IDX80 112   2,27   2,07%
  • IDXV30 136   0,35   0,26%
  • IDXQ30 129   1,77   1,39%

Retorika Trump panen kecaman di pertemuan G20 Buenos Aires


Minggu, 22 Juli 2018 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dan Melania Trump


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Pertemuan pemimpin ekonomi negara-negara G20 menjadi ajang bagi negara-negara G20 untuk mengecam kebijakan tarif AS serta pernyataan-pernyataan keras yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump selama ini.

Mengutip Bloomberg, Minggu (22/7), para pemimpin ekonomi negara-negara G20 kembali menentang kebijakan tarif dan mengecam pernyataannya yang keras mengenai pasar mata uang. Di saat yang sama para pemimpin ekonomi G20 mendukung independensi bank sentral.

Perwakilan dari Jerman, Jepang bahkan Afrika Selatan (Afsel) secara tegas menolak sikap Trump, namun tetap secara serius menyusun konsensus yang ramah yang akan diajukan ke Washington paska pertemuan akhir pekan ini. Konsensus yang akan disusun negara-negara G20 ini akan berisi sejumlah rekomendasi kebijakan yang bisa dilakukan AS untuk menghindari ancaman perang dagang.

Terkait pernyataan-pernyataan yang selama ini dilontarkan oleh Trump, banyak pihak merasa bahwa pernyataan yang awalnya merupakan retorika keras menjadi sebuah ancaman perang dagang dan mulai berdampak pada perekonomian. Wakil Gubernur Bank Sentral Afsel atau South African Reserve Bank, Daniel Mminele, mengatakan bahwa pernyataan Trump telah melampaui sebuah retorika dan benar-benar membuat kebingungan di antara seluruh pelaku ekonomi global.

"Perkataannya menciptakan ketidakpastian dan mempengaruhi perilaku bahkan sebelum tembakan pertama ditembakkan," kata Mminele dalam sebuah wawancara di Buenos Aires, dilansir dari Bloomberg, Minggu (22/7).

Trump pada  Jumat (20/7) mengancam akan memperdalam perang dagang dengan China dengan menekan tarif pada hampir semua ekspornya ke AS. Di saat yang sama Trump juga mengkritik kebijakan mata uang di China dan Eropa serta mengkritik kebijakan moneter di negara sendiri. Pernyataan inilah yang memicu reaksi keras dari banyak pihak, termasuk Mminele.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela pertemuan G20, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menguraikan pernyataan presiden, mengatakan Trump sepenuhnya mendukung independensi The Federal Reserve (The Fed) dan tidak mencoba mengganggu pasar valuta asing.

Tetapi Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menanggapi secara sinis pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa pernyataan Trump seolah menuduh negara-negara Eropa mempermainkan mata uang. Ia menyatakan bahwa seluruh anggota Uni Eropa melakukan kebijakan moneter yang sangat rasional, yang tidak diarahkan untuk menciptakan kesuksesan ekonomi melalui tingkat mata uang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×