kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Resmi Melantai di BEI, Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Terkoreksi


Jumat, 24 Februari 2023 / 09:22 WIB
Pencatatan perdana saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/2/2023). 


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah melewati masa initial public offering (IPO), saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (24/2). Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menjadi emiten ke-19 yang melantai di BEI sepanjang tahun ini

Pada perdagangan perdana, saham PGEO sempat menguat ke level Rp 925, namun saat ini melemah ke level Rp 815. 

PGEO menetapkan harga IPO di harga Rp 875 per saham. Ini merupakan rentang tengah dari harga book building yang dipasang PGEO berada di Rp 820 - Rp 945.

Dalam hajatan IPO, PGEO melepas sebanyak 10,35 miliar saham yang mewakili sebesar 25,00%) dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Sehingga, perusahaan pelat merah ini meraup dana segar hingga Rp 9,05 triliun dari aksi korporasi tersebut.

Baca Juga: Hillcon (HILL) Patok Harga IPO Rp 1.250, Siap Melantai di BEI 1 Maret 2023

Sekitar 85% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sampai dengan tahun 2025. Pengembangan ini terdiri atas sekitar 55% akan digunakan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing

Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan antara lain untuk WKP Lahendong, WKP Hululais, WKP Lumut Balai dan Margabayur, WKP Gunung Way Panas, WKP Sungai Penuh, dan WKP Gunung Sibayak - Gunung Sinabung. 

Sekitar 33% akan digunakan untuk capital expenditure pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional PGEO saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.

Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan antara lain untuk WKP Lumut Balai dan Margabayur, WKP Hululais, WKP Gunung Way Panas, dan WKP Kamojang - Darajat.

Baca Juga: Return Saham BUMN Karya Dalam Tren Negatif, Masih Layak Koleksi?

Lalu, sekitar 12% akan digunakan oleh PGEO untuk capital expenditure pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir untuk mendukung production, operation & maintenance excellence.

Sisanya, sekitar 15% atau sebanyak-banyaknya sampai dengan US$ 100 juta digunakan untuk pembayaran sebagian facilities agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara perseroan dengan mandated lead arrangers, kreditur sindikasi awal dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai facility agent.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×